Benarkah Pertalite Langka Demi Genjot Keuntungan Pertamax? Menguak Realita Margin Bisnis SPBU

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 109 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: SPBU

Foto: SPBU

KUPANG, ATN – Di balik antrean panjang kendaraan yang mengular demi menantikan ketersediaan BBM bersubsidi (Pertalite), muncul spekulasi di tengah masyarakat: Apakah kelangkaan Pertalite sengaja diciptakan untuk memandu konsumen beralih ke BBM non-subsidi seperti Pertamax demi mengejar margin keuntungan yang lebih tinggi?

Jawabannya ternyata jauh lebih kompleks daripada sekadar strategi penjualan. Dinamika distribusi BBM, struktur margin usaha SPBU, serta regulasi ketat dari pemerintah memainkan peran sentral di balik polemik ini.

Struktur Margin: Bisnis BBM Adalah Bisnis Volume, Bukan Produk

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data dari Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas), keuntungan bersih (margin) yang diterima pengusaha SPBU dari penjualan BBM berada di rentang:

BBM Bersubsidi (Pertalite): \approx \text{Rp280} per liter

BBM Non-Subsidi (Pertamax): \approx \text{Rp400} per liter

Secara matematis, margin Pertamax memang bisa mencapai hampir dua kali lipat dibanding Pertalite. Bagi pemilik SPBU, menjual BBM non-subsidi jelas memberikan margin yang lebih tebal per liternya.

Namun, mengaitkan kelangkaan Pertalite semata-mata dengan manuver mengejar keuntungan Pertamax tidak sepenuhnya tepat jika dilihat dari kacamata operasional bisnis SPBU.

Mitos vs Realita: Mengapa Pertalite Sering Saja “Hilang”?

Baca Juga :  Mengurai Politik Identitas Dan Politik Uang: Tantangan Menuju Pilkada 2024 Yang Bersih Dan Adil

Berita Terkait

Mitos Mesin Pencetak Uang: Mengupas Realita, Margin, dan Risiko Bisnis SPBU Pertamina
Menatap Masa Depan Kupang dari Semau: Ketika Patung Kristus Memberkati Menjadi ‘GWK’ NTT
Antara Kertas Statistik dan Realitas Hidup: Mengapa Banyak Warga Mendadak ‘Naik Kelas’ Desil?
Menepis Kritik dengan Etika: Ketika Jemari di Media Sosial Melupakan Jasa Para Abdi Negara
Pinjaman Daerah: Langkah Berani Membangun Negeri, Bukan Beban Masa Depan
Arah Angin di Bumi Flobamora: Menakar Kunjungan Jokowi ke Kupang
Beli Meja-Kursi Pakai Dana BOS, Boleh atau Melanggar Hukum? Ini Aturannya.!!!
“Terimakasih Hamba Tuhan, Bapa Bupati Kabupaten Kupang “

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:58 WITA

Aksi Nyata Gereja dan Pemkab Kupang: Resmikan Yayasan, TK, hingga Sumur Bor di Oeltua

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:40 WITA

Sambil Olahraga Bisa Cek Kesehatan dan Bayar Pajak: Jasa Raharja NTT dan Mitra Padati CFD El Tari Kupang  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:51 WITA

Jendra Sergio Kapitan: Il Capitano, 2 Gol Penentu Kemenangan PS Kabupaten Kupang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WITA

Misteri Puluhan Truk Putih ‘Kopdes Merah Putih’ Berplat Merah Mengular di Pelabuhan Bolok

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:39 WITA

Magnet Kristus di Puncak Lalaka: Saat Ikon Iman Menjadi Mesin Ekonomi Rakyat Semau

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:53 WITA

Kucurkan Dana Desa, Pemdes Oeniko Salurkan BLT Rp1,8 Juta Untuk 20 KPM

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:48 WITA

Ketika Dana Desa di Tangan yang Tepat: 17 Rumah Layak Huni Wujudkan Asa Warga Oeniko

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:06 WITA

Tekan Angka Kecelakaan Fatal, Jasa Raharja dan ORGANDA Jadikan Keselamatan Fondasi Utama Transportasi Darat

Berita Terbaru