KUPANG, ATN – Langkah masif Pemerintah Kabupaten Kupang dalam menyajikan data populasi ternak sapi berbasis by name, by address membuahkan hasil manis.
Peningkatan kuota pengeluaran ternak antar-pulau tidak hanya menjadi jembatan penyeimbang harga sapi di tingkat peternak, tetapi juga mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kupang hingga diproyeksikan melampaui target tahun 2026.
Kepada AtlasNews, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Oktaviana Manulangga, menyatakan optimismenya saat ditemui pada Senin (19/10/2026). Ia menegaskan bahwa capaian PAD sektor pengeluaran ternak saat ini telah mendekati target perubahan sebesar Rp3 Miliar dan berpotensi besar menembus angka Rp4 Miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pendapatan kita saat ini sudah berada di angka Rp2,8 miliar lebih atau sekitar 94 persen dari target DPA Perubahan sebesar Rp3 miliar. Kami sangat optimis target Rp3 miliar ini tidak hanya terkejar, tetapi bisa melampaui hingga tembus di angka Rp4 miliar,” ujar Oktaviana.
Keberhasilan Validasi Data By Name, By Address
Peningkatan kuota pengeluaran ternak ini berawal dari evaluasi mendalam atas data populasi ternak. Sebelumnya, data Kabupaten Kupang sempat tertahan di angka proyeksi BPS/Kementan sebesar 110.000-an ekor akibat rujukan Sensus Ekonomi 2023, yang berdampak pada terbatasnya kuota izin antar-pulau hanya sekitar 12.771 ekor pada kuota utama 2026.
Atas arahan Bupati dan Sekda Kabupaten Kupang, Dinas Peternakan menggandeng sekitar 250 mahasiswa KKN Universitas Nusa Cendana (Undana) pada April–Mei 2026 untuk memperkuat 49 tenaga lapangan daerah. Sensus ulang ini berhasil mendata secara konkrit populasi sapi mencapai 234.999 ekor.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















