Aspal Pertama Setelah 45 Tahun: Kisah Haru Warga Dusun 5 Nunsaen dan Jejak Anis Mase

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 1 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, ATN Bagi sebagian orang, jalan aspal mungkin dianggap sebagai fasilitas publik yang biasa saja. Namun, bagi warga Dusun 5, Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, aspal bukan sekadar material jalan, melainkan simbol perubahan yang telah dinanti selama hampir setengah abad.

Yeremias Bani yang merupakan seorang warga Dusun 5 yang kini berusia 45 tahun mengungkapkan rasa harunya. Ia mengisahkan bahwa sejak lahir hingga menginjak kepala empat, dirinya belum pernah merasakan jalanan yang mulus di desanya sendiri. Penantian panjang itu akhirnya berakhir pada tahun 2024.

“Sejak kami lahir sampai sekarang saya umur 45 tahun, kemarin tahun 2024 baru aspal masuk,” ujarnya dengan nada suara yang penuh syukur, saat ditemui AtlasNews, Kamis(30/04/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan besar ini tidak lepas dari peran Yohanis Mase, seorang anggota dewan yang memiliki basis dukungan kuat di Dusun 5.

Warga menilai, komitmen Anis Mase untuk membangun dusun tersebut telah menjadikan Dusun 5 sebagai contoh bagi desa-desa lain di wilayah Nunsaen, bahkan di seluruh Kecamatan Fatuleu Tengah.

Bagi warga setempat, Anis Mase bukan sekadar pejabat publik, melainkan sosok yang rendah hati dan kolaboratif. Ia dikenal sering merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari kaum muda, orang tua, hingga jemaat gereja.

Baca Juga :  Edukasi Keselamatan di Kota Kupang: PPGD untuk Wajib Pajak dan Masyarakat 

Berita Terkait

Sinergi 3 Pilar Terjalin, Warga Desa Nunsaen Gelar Perbaikan Jalan Trans Fatuleu
Jasa Raharja Perkuat Sinergi Tim Pembina Samsat NTT guna Optimalkan PAD dan Layanan Publik
Jasa Raharja Rampungkan Penyerahan Santunan bagi 16 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan KRL Bekasi
Tingkatkan Kepatuhan Pajak, Operasi Gabungan Digelar di Simpang Wailolu Sumba Tengah
Pemerintah Desa Tesabela Salurkan BLT Dana Desa Tahap Pertama Tahun 2026 kepada 15 KPM
Warga Tesabela Hibahkan Lahan 750M2 untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
Pemangku Kepentingan TTU Matangkan Rencana Penerapan Pergub 13 untuk Optimalisasi Pajak Kendaraan
Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan Kereta Bekasi dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:31 WITA

Aspal Pertama Setelah 45 Tahun: Kisah Haru Warga Dusun 5 Nunsaen dan Jejak Anis Mase

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:21 WITA

Sinergi 3 Pilar Terjalin, Warga Desa Nunsaen Gelar Perbaikan Jalan Trans Fatuleu

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:58 WITA

Jasa Raharja Perkuat Sinergi Tim Pembina Samsat NTT guna Optimalkan PAD dan Layanan Publik

Kamis, 30 April 2026 - 17:24 WITA

Jasa Raharja Rampungkan Penyerahan Santunan bagi 16 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan KRL Bekasi

Kamis, 30 April 2026 - 11:35 WITA

Pemerintah Desa Tesabela Salurkan BLT Dana Desa Tahap Pertama Tahun 2026 kepada 15 KPM

Kamis, 30 April 2026 - 11:16 WITA

Warga Tesabela Hibahkan Lahan 750M2 untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih

Rabu, 29 April 2026 - 10:43 WITA

Pemangku Kepentingan TTU Matangkan Rencana Penerapan Pergub 13 untuk Optimalisasi Pajak Kendaraan

Rabu, 29 April 2026 - 07:48 WITA

Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan Kereta Bekasi dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

Berita Terbaru