Kupang, ATN – Bagi sebagian orang, jalan aspal mungkin dianggap sebagai fasilitas publik yang biasa saja. Namun, bagi warga Dusun 5, Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, aspal bukan sekadar material jalan, melainkan simbol perubahan yang telah dinanti selama hampir setengah abad.
Yeremias Bani yang merupakan seorang warga Dusun 5 yang kini berusia 45 tahun mengungkapkan rasa harunya. Ia mengisahkan bahwa sejak lahir hingga menginjak kepala empat, dirinya belum pernah merasakan jalanan yang mulus di desanya sendiri. Penantian panjang itu akhirnya berakhir pada tahun 2024.
“Sejak kami lahir sampai sekarang saya umur 45 tahun, kemarin tahun 2024 baru aspal masuk,” ujarnya dengan nada suara yang penuh syukur, saat ditemui AtlasNews, Kamis(30/04/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perubahan besar ini tidak lepas dari peran Yohanis Mase, seorang anggota dewan yang memiliki basis dukungan kuat di Dusun 5.
Warga menilai, komitmen Anis Mase untuk membangun dusun tersebut telah menjadikan Dusun 5 sebagai contoh bagi desa-desa lain di wilayah Nunsaen, bahkan di seluruh Kecamatan Fatuleu Tengah.
Bagi warga setempat, Anis Mase bukan sekadar pejabat publik, melainkan sosok yang rendah hati dan kolaboratif. Ia dikenal sering merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari kaum muda, orang tua, hingga jemaat gereja.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















