“Untuk berobat saja mereka harus ke Sulamu menggunakan perahu, berjibaku melalui jalur laut, jika ada kendala cuaca mereka pasti menunda perawatan dan alternatif terbaik menurut mereka adalah pergi ke dukun”, sambungnya.
Menurutnya faktor penyebab gizi buruk ini akibat dari kurang sarana layanan kesehatan, kondisi ekonomi dan kurang edukasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Usai mendapatkan perawatan bocah tersebut telah mengalami perubahan pada penambahan berat badan dari sebelumnya 8 Kg kini sudah 9,3 Kg dalam kurang waktu dua pekan.
“Secara fisik juga banyak mengalami perubahan yang awal datang untuk berdiri saja anak ini tidak mampu dan saat ini sudah bisa berdiri dan berjalan. Sesuai hasil observasi bocah ini sudah boleh pulang, tetapi nutrisinya masih menjadi pantauan kami”, pungkasnya. (*)

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















