“Saya sudah perintahkan untuk pasang papan larangan dan penataan kawasan. Jika ada pihak yang melanggar aturan lingkungan, kita tindak tegas, kalau masih ada yang nakal kita sita, kita tutup. Kita juga sedang berjuang mengusulkan pembangunan jembatan penyeberangan serta penahan banjir agar akses warga dan lahan pertanian tetap terlindungi,” jelas Bupati.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kupang, Dra. Sofia Malelak De-Haan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Bupati Kupang beserta jajaran di tengah-tengah petani Dusun 5 Desa Sumlili. Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah memberikan energi positif dan harapan baru bagi masyarakat.
“Saya hadir di sini karena rasa bangga dan bagian dari perhatian saya kepada kelompok tani di Desa Sumlili. Kunjungan Pak Bupati hari ini memberikan motivasi luar biasa. Sinergi antara eksekutif dan legislatif akan terus kita jaga agar aspirasi petani mulai dari bantuan modal, sarana produksi, hingga pembenahan infrastruktur dapat terus diprioritaskan,” ungkap Sofia Malelak De-Haan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tempat yang sama, Ketua BPD Desa Sumlili memaparkan kondisi riil potensi pertanian di kawasan Dusun 5. Lahan pertanian seluas 86 hektare tersebut menjadi tumpuan hidup utama mayoritas warga Desa Sumlili dengan dua siklus masa tanam bawang merah setiap tahunnya (Maret–Mei dan Juli–Oktober).
Meski demikian, Ketua BPD mengungkapkan sejumlah kendala besar yang dihadapi petani dari tahun ke tahun, di antaranya ancaman abrasi sungai, genangan banjir saat musim hujan, serta minimnya akses jalan tani.
“Lahan ini kurang lebih 86 hektare dan menjadi sumber kehidupan warga kami. Namun sejak tahun 1986, setiap tahun sekitar 2 sampai 3 hektare lahan kami terus tergerus abrasi akibat luapan sungai besar. Selain itu, jalan tani saat musim hujan sangat sulit dilalui kendaraan sehingga menyulitkan pengangkutan hasil panen,” tutur Ketua BPD.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















