KUPANG, ATN – Peta kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sillu resmi menghangat. Jesaya Jermias Tob secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Sillu pada Kamis (20/08/2026).
Langkah politik ini diambil atas dorongan kuat para tokoh dan orang tua di desa yang menginginkan adanya perubahan nyata, khususnya dalam aspek pemerataan pembangunan.
Keikutsertaan Jesaya Jermias Tob dalam bursa pencalonan didasari oleh keprihatinannya terhadap kondisi perkembangan Desa Sillu saat ini. Meski menilai pembangunan sudah berjalan cukup baik, ia menyoroti masih tajamnya ketimpangan sosial di tengah masyarakat seperti ketidakmerataan akses bantuan maupun program pembangunan antarwilayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya ikut bakal calon ini karena diminta oleh orang tua untuk membangun desa secara merata. Paling penting dalam kehidupan masyarakat Desa Sillu saat ini adalah mengatasi ketimpangan sosial, sebab ada yang dapat bantuan, ada yang tidak,” ujar Jesaya saat ditemui usai pendaftaran.
Jika diberikan amanah oleh warga, Jesaya memfokuskan arah kebijakannya pada tiga sektor prioritas utama:
Kesehatan: Mengoptimalkan layanan dan fasilitas kesehatan masyarakat hingga tingkat RT/RW.
Ekonomi: Membuka akses pemberdayaan ekonomi yang adil tanpa membeda-bedakan wilayah dusun.
Pendidikan: Meningkatkan kualitas fasilitas dan keterjangkauan pendidikan bagi anak-anak desa.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan para orang tua untuk menyatukan barisan demi mewujudkan cita-cita bersama.
“Pesan saya terhadap para orang tua, mohon dukungan penuh sehingga rencana ini bisa berjalan secara merata. Ini tentang sama-sama kerja untuk desa kita,” tegasnya.
Tokoh Masyarakat Tekankan Netralitas dan Kedisiplinan Aturan
Dukungan serta harapan atas dinamika demokrasi di Desa Sillu turut diungkapkan oleh Yulius Manane, Kepala Desa Sillu periode 2012–2018 sekaligus tokoh masyarakat setempat. Yulius menegaskan pentingnya kedisiplinan para bakal calon dalam mengikuti seluruh tahapan pemilihan serentak.
Menurut Yulius, aspirasi dan dukungan warga harus disalurkan secara sah melalui koridor resmi, yakni Panitia Pemilihan Tingkat Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Ia berharap siapa pun yang terpilih nantinya mampu merangkul seluruh konstituen tanpa terkotak-kotak oleh batas wilayah dusun.
“Harapan kami untuk ke depan ini, pemimpin yang terpilih dapat dipercaya memimpin seluruh masyarakat—bukan hanya satu dusun saja, tetapi seluruh dusun menuju kesejahteraan dan kemakmuran bersama,” kata Yulius.
Guna memastikan Pilkades Sillu berjalan aman, lancar, dan kondusif, Yulius memberikan dua penekanan utama bagi seluruh bakal calon.
Ia berharap para calon dapat taat pada seluruh regulasi penyelenggara, ketentuan BPD, serta aturan teknis yang berlaku.
Juga menunjukkan keseriusan dengan menyelesaikan kelengkapan dokumen persyaratan tepat waktu tanpa menunda proses.
Dengan dimulainya tahapan pendaftaran ini, warga Desa Sillu kini menantikan adu gagasan dan komitmen nyata dari para calon demi membawa desa menuju arah yang lebih adil dan sejahtera.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















