“Keluhan beberapa pasien membutuhkan penanganan langsung di rumah sakit sehingga segera dirujuk. Sementara lima siswa lainnya yang tinggal di Puskesmas sudah kami laksanakan penanganan awal. Rata-rata gejala yang dialami adalah mual dan muntah. Kami sudah menginstruksikan penanganan di tempat kejadian untuk menghindari dehidrasi pada anak-anak,” jelasnya.
Kesaksian Orang Tua Siswa
Kepanikan sempat menyelimuti para orang tua murid, salah satunya Veronika Bin. Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah pulang dari kebun sekitar pukul 12.00 WITA dan mendapat informasi dari tetangga bahwa anak-anak di sekolah dilarikan ke rumah sakit karena keracunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Beta (saya) baru pulang dari kebun, tetangga kasih tahu kalau kakak kelas bilang anak-anak keracunan di sekolah. Ada tiga mobil pikap dan ambulans yang muat mereka ke rumah sakit,” ungkap Veronika.
Veronika menjelaskan bahwa anaknya yang duduk di kelas 1 SD juga mengalami gejala muntah-muntah dan sakit perut. Berdasarkan pengakuan anaknya, mereka sempat menyantap menu daging sapi yang terlihat berwarna merah dan mengeluarkan aroma tidak sedap.
“Anak bilang makan daging, tapi dagingnya merah dan bau. Dia muntah-muntah dan mengeluh sakit perut,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut terkait penyebab pasti kontaminasi pada makanan tersebut. Sampel makanan dikabarkan telah diambil untuk diuji di laboratorium guna memastikan unsur penyebab keracunan massal ini
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















