Kupang, ATN – Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pendeta Samuel Pandie, S.Th., memberikan pesan lewat gembala yang menggugah nurani jemaat dalam memaknai perayaan Paskah tahun ini, pada Selasa (06/04/2026)
Beliau menekankan bahwa iman Kristen seringkali disalahartikan hanya sebagai persetujuan pikiran atau keyakinan batin semata. Sebaliknya, iman adalah sebuah partisipasi aktif dari seluruh panca indra manusia.
Dalam penyampaiannya, Ketua Sinode, Pdt Samuel Pandie menjelaskan bahwa momen Paskah harus dirasakan melalui mata yang melihat, telinga yang mendengar, hingga kulit yang menyentuh “kemuliaan” Tuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Inilah yang mendasari mengapa prosesi perayaan Paskah seringkali melibatkan simbol-simbol fisik yang kuat, seperti prosesi Gendong Salib.
Hal ini bukanlah sekadar seremoni, melainkan cara manusia membawa seluruh keberadaan tubuhnya di hadapan Sang Pencipta.
Menjawab Kritik “Pemborosan yang Kudus”
Menanggapi kritik masyarakat terkait besarnya anggaran perayaan Paskah yang sering dianggap sebagai pemborosan, Ketua Sinode memberikan refleksi yang tajam melalui kisah Alkitab.
Beliau mengingatkan kembali peristiwa ketika seorang perempuan meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















