“Saat itu para murid pun ribut dan menganggapnya sebagai pemborosan. Namun, ada yang kita sebut sebagai ‘pemborosan yang kudus’. Ini adalah ekspresi totalitas diri orang percaya di hadapan Tuhan,” ungkapnya.
Beliau menegaskan bahwa jika satu orang berdosa saja bertobat, seluruh malaikat di surga bersukacita. Maka, perayaan Paskah dengan segala kemeriahannya adalah bentuk proklamasi bahwa kita adalah ciptaan baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesan ini juga menyentuh sisi kemanusiaan yang paling dalam tentang kejujuran batin. Beliau mengajak jemaat berefleksi bahwa seringkali manusia bisa melempar senyum di luar, sementara di dalam hati tersimpan sisi-sisi gelap yang tidak diketahui orang lain.
Namun, kasih karunia Tuhan melalui Paskah melampaui itu semua, mengubah “penjahat” di dalam hati menjadi pribadi yang layak berpesta bersama para malaikat.
Pesan ini memberikan perspektif baru bahwa perayaan bukan soal angka di atas kertas anggaran, melainkan soal nilai transformasi hidup.
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















