“Dalam kenyataan yang didapat di lapangan panen padi untuk saat ini menyentuh angka 9 hinga 11 ton. Di beberapa tempat angka panen padi berada di angka rata-rata 10 ton, baik di daratan Pulau Timor, Pulau Sumba, dan kita akan coba panen di Pulau Flores”, ujar Lutfi.
Pada kegiatan penanaman padi yang digelar pada kelompok tani Family, PT Bisi Internasional Tbk berupaya mengenalkan varietas produk yang hemat benih dengan mengatur pola penanaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikatakan Lutfi, fakta yang terjadi di lapangan, petani telah terbiasa menanam dengan pola satu lubang dapat menanam enam hingga tujuh benih, untuk itu pihaknya menawarkan pola satu lubang satu benih.

“Dengan rata rata percobaan yang kami lakukan, kami dapatkan dari satu benih bisa mendapatkan anakan hingga 27 hingga 45 anakan tergantung pada perawatan padi”, jelasnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, Lutfi menyadari jika produksi panen di Kabupaten Kupang hanya mendapatkan jumlah 5 ton per hektare, untuk itu benih padi Sri Dewi ini dihadirkan untuk menjawab tantangan produksi padi saat panen.
Dengan kolaborasi bersama Wahana Visi Indonesia yang menghadirkan varietas baru padi Sri Dewi, diharapkan petani di Kabupaten Kupang dapat meningkatkan produksi panen menjadi 9 hingga 12 ton per hektare.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















