Tome Da Costa menyoroti keberadaan dapur yang didirikan oleh ormas Pelita Prabu di salah satu daerah yang menurutnya jauh dari kata sesuai dan higienis.
“Saat saya tinjau lokasi dapur ormas pelita prabu, saya cukup terkejut. Bagaimana mungkin dapur untuk program makan bergizi dibangun asal asal dan beratap daun. Karna tim BGN akan memeriksa spesifikasi dapur gizi tersebut, tidak bisa asal bangun”, ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk proses rekrutmen anggota ormas pelita prabu, Tome Da Costa menghimbau masyarakat untuk waspada akan adanya indikasi penipuan dibalik kegiatan rekrutmen tersebut.
Berdasarkan informasi yang didapat pimpinan DPRD Kabupaten Kupang itu anggota ormas Pelita Prabu yang hendak menjadi bagian sukseskan program MBG harus membayar sejumlah uang tanda masuk.

Dan setiap anggota ormas yang telah direkrut ungkap Tome, akan mendapatkan gaji sesuai Upah Minimum Regional (UMR).
“Saya berharap masyarakat Kabupaten Kupang untuk tetap kritis. Jangan mudah percaya dengan klaim sepihak ormas pelita prabu dan memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan pribadi”, terangnya.
“Jika ada masyarakat yang dirugikan dan tertipu oleh ormas pelita prabu dapat segera melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib”, tambahnya.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















