Dalam diskusi hangat tersebut, Bertolens dan Yosep menyoroti dua masalah vital. Pertama, mereka mendesak agar perbaikan akses jalan menuju kawasan air terjun segera direalisasikan karena kondisinya saat ini sangat menyulitkan wisatawan.
Kedua, mereka meminta adanya perombakan tata kelola pariwisata, mulai dari pemugaran fasilitas fisik yang terbengkalai hingga penataan sistem manajemen objek wisata.
“Kami berharap pengelolaan Air Terjun Oenesu ditingkatkan secara menyeluruh. Penataan ulang dan pemugaran fasilitas sangat penting agar objek wisata ini tidak hanya memberi keuntungan bagi penerimaan pemerintah, tetapi juga membawa dampak ekonomi langsung bagi kesejahteraan warga Oenesu,” ungkap para sesepuh di hadapan rombongan pejabat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Respon Tegas Bupati: Akses Jalan Dikerjakan Tahun Ini
Mendengar masukan konkret dari warga, Bupati Kupang Yosef Lede langsung memberikan respons tegas dan membawa kabar segar. Ia memastikan bahwa perbaikan akses jalan menuju Air Terjun Oenesu telah masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah dan pengerjaannya dijamin rampung pada tahun anggaran 2026 ini.
“Usulan masyarakat mengenai akses jalan langsung kami eksekusi. Pengerjaan jalan menuju lokasi ini sudah menjadi prioritas utama dan dipastikan mulai dikerjakan tahun ini juga,” tegas Bupati Yosef Lede.
Mengenai penataan kawasan interior wisata, Bupati menginstruksikan Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang untuk segera menginventarisasi kerusakan dan melakukan peremajaan sarana prasarana secara menyeluruh.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















