Dirinya juga mengungkapkan jika dalam pembahasan Rancangan APBDes tokoh masyarakat tidak pernah dilibatkan.
“Saat rapat untuk bahas anggaran APBDes masyarakat tidak dilibatkan, yang hadir hanya orang lingkaran yang sama saja. Kemudian saat rapat materi rapat sudah dicetak kemudian dibagi ke semua peserta rapat dan saat rapat tidak pernah ada sanggahan”, jelas Jose.
“Dana Desa itu harusnya, membiayai pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan program kesejahteraan sosial, membiayai pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup, meningkatkan pelayanan publik, namun saat ini tidak terlihat”, sambung Jose Freitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengeluhkan kinerja Kepala Desa yang tidak mementingkan kepentingan masyarakat namun hanya mementingkan kepentingan segelintir orang.
Warga lainnya, Adrian L Bengkiuk yang merupakan warga RT 02/ RW 01 Dusun I L, mengeluhkan sejumlah bantuan sosial yang disalurkan tidak tepat sasaran.
“Saya selalu mendengar keluhan sejumlah masyarakat jika ada yang tidak mendapat bantuan sosial seperti PKH ataupun BLT. Dan bahkan ada beberapa nama penerima yang tiba tiba hilang dan digantikan dengan orang lain. Kalau saya sendiri tidak mendapat bantuan apapun dari Desa”, ungkapnya.
Sementara, dua warga RT 17/ RW 06 Dusun II, Mafalda Belo dan Manuela Fernandes, mengeluhkan akan kondisi jalan rusak menuju rumah mereka yang sejak 7 tahun silam tidak kunjung di perbaiki.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















