“Kami ini calon pelanggan yang siap menggunakan jasa PLN. Tetapi kalau dari pihak PLN sendiri tidak bisa melayani kami, ya kami mau bagaimana lagi? Akibatnya kami sering sekali mengalami kesulitan operasional di sana,” ungkap Gabriel Kenanbudi sebagai pemilik SPBU saat memberikan keterangan kepada awak media.
Menurut data dan fakta yang terjadi di lapangan, infrastruktur jaringan listrik PLN sebenarnya sudah masuk ke daerah Oesu’u (jika diakses dari arah Oesao).
Jarak dari titik akhir jaringan listrik di Oesu’u menuju ke lokasi SPBU hanya tersisa sekitar 2,5 kilometer. Jarak yang relatif pendek ini seharusnya bisa dengan mudah dijembatani jika ada komitmen dari perusahaan listrik milik negara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak pengelola juga sempat mempertanyakan strategi prioritas pembangunan jaringan yang diterapkan oleh PLN wilayah setempat. Berdasarkan komunikasi terakhir, alasan klasik yang kerap diterima adalah belum adanya anggaran pemerintah untuk perluasan jaringan ke titik tersebut.
Namun, pengelola menilai ada kejanggalan dalam penentuan prioritas pembangunan. Jalur utama tempat SPBU berdiri yang memicu pertumbuhan ekonomi dan tempat orang-orang mulai membangun usaha justru dibiarkan gelap tanpa jaringan.
Sebaliknya, perluasan jaringan listrik justru dialihkan masuk ke area persawahan di bagian bawah wilayah persawahan Oesu’u.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















