“Justru jalur utama yang menjadi urat nadi tempat orang baru bisa membangun usaha di situ tidak dibangun jaringan. Malah jaringan masuk ke persawahan di bawah di Oesu’u, Saya tidak tahu strategi apa yang sebenarnya dipakai oleh PLN,” ujarnya heran.
Masalah ini sebenarnya sudah berulang kali disuarakan dan diangkat oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Kupang. Kendati demikian, suara dari pemerintah daerah pun tampaknya belum mampu mengetuk pintu kebijakan PLN untuk memberikan respons positif.
Melalui momentum ini, pihak manajemen SPBU menyampaikan harapan besar agar manajemen PT PLN (Persero) dapat segera melihat kondisi riil di lapangan dan membuka mata terhadap kesulitan yang dihadapi sektor usaha kecil-menengah di daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak pengelola menegaskan bahwa keberadaan SPBU ini murni untuk mendekatkan pelayanan kebutuhan bahan bakar kepada masyarakat Kabupaten Kupang, sehingga beban tersebut tidak semestinya dipikul sepihak oleh pelaku usaha tanpa dukungan infrastruktur dasar dari BUMN.
“Saya mengharapkan sekali kalau PLN mendengar atau melihat liputan ini, tolonglah, dukunglah kami sama-sama untuk membangun daerah Kabupaten Kupang demi pelayanan kepada masyarakat. Jangan biarkan beban pelayanan ini kami tanggung sendiri. Kami sudah cukup berusaha, tapi kalau kami terus berjalan sendiri tanpa dukungan ketersediaan listrik, ini sangat susah,” pungkasnya berharap.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















