Oelamasi, AtlasNews.ID – Kasus perzinahan atau perselingkuhan marak terjadi di wilayah kabupaten Kupang dalam beberapa bulan terakhir membuat keresahan warga kabupaten Kupang, apa lagi yang melibatkan orang penting atau pejabat publik yang harusnya menjadi teladan bagi warga.
Seperti yang terjadi di desa Oemofa kecamatan Amabi oefeto timur, kabupaten kupang salah satu warga Bernadinus Fatin yang diduga melakukan perselingkuhan merupakan tokoh yang cukup dikenal warga, hingga perbuatannya kini menjadi perbincangan warga Oemofa dan sekitarnya.
Setelah diberitakan media online Suaramudaflobamora.com akhirnya berkembang dan diketahui terduga pelaku merupakan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Bernadinus Fatin (BF) tertangkap basah sedang berduaan dengan wanita idamannya Yuliana Kusuma (YK) yang bukan istrinya dicecar warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Disampaikan salah satu warga yang terlibat dalam proses penyelesaian kasus ini bahwa, saat tertangkap basah oleh ayah kandung Yuliana Kusuma, mereka berada di dalam rumah tepatnya kamar Yuliana Kusuma dan sempat bersembunyi di bahwa kolong tempat tidur namun tetap tertangkap basah adanya hubungan gelap yang dilakukan oleh Yuliana Kusuma dan Bernadinus Fatin.
Dijelaskan lagi dugaan perselingkuhan terjadi di desa Oemofa, Kecamatan Amabi Oefeto Timur (AOT) senin (19/11/2023) sekitar pukul 23.00 wita saat gerebek oleh warga, hal ini juga dibuktikan dengan surat pernyataan damai para pihak yang menuliskan waktu kejadiannya dalam pernyataan damai.


Lebih lanjut dikatakan kisah cinta dua sejoli ini terungkap saat ayah Yuliana Kusuma, pulang dari kebun hendak melihat ternak babi namun sesampainya dirumah, seorang pria yang dikenal yakni Bernandinus Fatin bukan merupakan suami dari Yuliana Kusuma namun berada di kamar bersama.
Menyikapi hal itu salah satu warga Dusun V, desa Oemofa, kecamatan amabi oefeto timur yang di temui awak media, Jumat (24/11/2023) mengatakan, sebagai calon pejabat publik kalau terindikasi berselingkuh, pertanyaannya bagaimana pertanggungjawaban mereka ke konstituennya jika terpilih nanti.
“Memang mereka sudah berdamai sudah memberikan denda adat tapi sayangnya, laki laki itu adalah calon wakil rakyat, yang memilih dia adalah masyarakat yang merupakan konstituen. Mereka dipercayakan untuk mewakili rakyat, kenapa bisa terjerat selingkuh sebelum pesta demokrasi berlangsung,” Tuturnya.
Di sesalkan nya, potensi yang di milki akan hilang dengan saksi sosial yang di dapat, apalagi oknum calon wakil rakyat yang selingkuh tersebut sudah berkeluarga.
“Akan menjadi prestasi buruk bagi citra diri sendiri maupun lembaga ataupun parpol yang dinaungi oknum caleg tersebut,” Tegas warga yang tidak ingin namanya di sebut.
Untuk itu, dirinya mengimbau masyarakat lebih jeli dalam menentukan pilihan dalam Pileg 2024 nanti.
“Kalau istri atau pasangannya saja yang disatukan Tuhan lewat janji suci bisa dikhianati atau diselingkuhi, bagaimana rakyat yang memilih mereka. Saya tidak akan Pilih Caleg Yang Suka Selingkuh,” Tegasnya.
Di akui warga tersebut, para terduga pelaku perzinahan atau perselingkuhan memang sudah melakukan kesepakatan damai bersama keluarga dari terduga korban dengan menandatangani surat pernyataan damai.
Namun yang di sayangkan oleh nya yaitu, dampak sosial yang di terima oknum caleg tersebut sangat besar yang juga berimbas pada elektabilitas nya di masyarakat.
“Lantas, pantaskah seorang calon wakil rakyat yang melakukan perzinahan atau perselingkuhan dipilih dan dipercayakan rakyat duduk di kursi legislatif nanti? ,” Ujar warga yang belum mau namanya disebutkan dalam pemberitaan.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















