Oelamasi, AtlasNews.ID –Pembangunan 2100 unit rumah type 36 bagi warga Pejuang Eks Timor-Timur yang berada di Lokasi eks Burung unta di Desa Camplong Dua Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang terus berjalan dengan baik.
Ditandai dengan peletakan batu pertama atau Ground Breaking oleh Bupati Kupang Korinus Masneno bersama sejumlah Pejabat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beberapa waktu lalu.
Proyek dengan total nilai Kontrak yang mencapai Rp. 392 milyar lebih itu dijadwalkan akan dikerjakan Selama 376 hari kalender itu dibangun dengan konstruksi atau model baru hasil rekayasa oleh Kementerian Pekerjaan Umum yakni dengan material Risa atau seluruh struktur bangunan mulai dari pondasi hingga tiang menggunakan beton hasil cetakan atau pabrikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rencananya seluruh proses pembangunan 2100 rumah ini seluruhnya selesai pada tahun 2024 mendatang termasuk sarana dan prasarana pendukung lainnya.
Angelino Belo Da Costa kepada para awak media di titik Nol lokasi proyek magatakan, Pembangunan rumah bagi pejuang eks Timor-Timur ini sebagai salah satu penghargaan Pemerintah kepada para pejuang eks Timor-Timur yang telah mengorbankan segalanya demi merah Putih dan kini memilih menjadi warga Negara Indonesia.

Koordinator umum Forum Komunikasi Pejuang Eks Timor Timur itu berpendapat bahwa pembangunan ini membawa dampak positif bagi semua, terutama bagi masyarakat lokal.
Anjelino menguraikan dampak positif seperti adanya Usaha kecil dan menengah berkembang di lokasi proyek, ada juga pengusaha mobil dumb truck atau mobil tangki air lokal yang di libatkan.
Kemudian tenaga kerja lokal yang menjadi pekerja dan buruh di lokasi proyek pembangunan.
Masyarakat sekitar pun saat membutuhkan material untuk pembangunan gereja maka melalui kordinasi dengan pelaksana selalu siap karena komitmen dari Forum Komunikasi Pejuang Timor-Timur (FKPTT).
“Pembangunan 2100 unit rumah ini yang pertama untuk pejuang eks timor-timur tetapi pelaksanaannya untuk saudara kita yang lokal. Didalam 2100 unit rumah ini juga ada 729 kepala keluarga dari empat desa terdekat yaitu desa Kuimasi,Camplong 2,Oebola dan Tolnaku yang mendapat bagian didalam pembagunan saat ini, “Ujarnya.
Lebih lanjut Anjelino B.Da Costa mengatakan, keberadaan FKPTT untuk menjaga dan melindungi saudara-saudara pengusaha lokal, material lokal dan tenaga kerja lokal dapat di akomodir dengan baik.
Menurutnya ini adalah perjuangan panjang Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur(FKPTT) melalui ketua umum Eurico Barros Gomes Guterres, S.E., M.M selama 23 tahun.
“Kami sudah di terima oleh saudara – saudara lokal, Oleh karena itu keberadaan kami di sini harus di nikmati bersama. Karena kita sama orang timor dan kita sama-sama susah. Ketika kami dapat perhatian dari pemerintah pusat terutama Presiden Joko Widodo, maka kami tidak lupa sauadara- sauadara warga lokal dan itu dibuktikan 2100 saat ini 729 kepala keluarga dari warga lokal, “Terangnya.
Anjelino juga mengatakan, selaku penanggung jawab pembangunan pembangunan rumah bagi eks pejuang timor timur dirinya terus berkoordinasi dengan pihak terkait, 4 kepala desa tetangga.
Koordinasi yang berkelanjutan agar dapat meonitoring pekerjaan, dan mengurangi dampak yang di timbulkan dari proyek tersebut.
“Di hadapan bapa desa, para awak media, dan pihak keamanan, saya akan jadi fasilitator atau penghubung bagi warga desa. Jika ke depan ada dampak lain yang di timbulkan, koordinasi dengan saya maka saya akan bantu. Saya bisa pertemukan 3 BUMN yang ada di sini untuk sama sama bahas dampak negatif tersebut dan bisa mendapat jalan keluar, “Tegas Angelino.
Sementara itu kepala desa Kuimasi, Maksen Lifu yang juga berada di lokasi mengatakan, Pembangunan ini juga telah membawa dampak positif bagi masyarakat nya.
Namun menurut nya, jika ke depan ada pengaduan masyarakat tentang dampak positif yang di timbulkan, pihak nya siap berkoodinasi bersama FKPTT.
“Pembangunan ini baik bagi kami, baik juga bagi para penerima bantuan. Kedepan kami siap jalin komunikasi baik,koordinasi baik agar pembangunan ini dapat terlaksana dengan baik, “Ujarnya.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
















