Setelah melakukan penanganan dan tindakan pertama kepada para siswa yang mengalami keracunan, sebagian siswa kemudian dirujuk ke RS Ben Mboi Kupang.
Ia menambahkan bahwa dari total siswa yang diperiksa, lima di antaranya masih menjalani perawatan di Puskesmas Batakte karena kondisi yang memerlukan perawatan lebih intensif.
“Keluhan beberapa pasien membutuhkan penanganan langsung di rumah sakit sehingga segera dirujuk. Sementara lima siswa lainnya yang tinggal di Puskesmas sudah kami laksanakan penanganan awal. Rata-rata gejala yang dialami adalah mual dan muntah. Kami sudah menginstruksikan penanganan di tempat kejadian untuk menghindari dehidrasi pada anak-anak,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bukan keracunan tetapi kejadian menonjol”
Menanggapi kejadian tersebut, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kupang, Kristoforus Tpoy, memberikan klarifikasi terkait insiden kesehatan yang menimpa puluhan siswa di SDN Onitua, Kupang Barat.
Meski masyarakat luas menyebutnya sebagai kasus keracunan, Kristoforus menggunakan istilah teknis internal untuk menggambarkan situasi tersebut.
Dalam keterangannya kepada media, Kristoforus menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pasti sebelum hasil laboratorium keluar.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















