Ia memilih menyebut peristiwa ini sebagai “Kejadian Menonjol” atau kejadian luar biasa.
“Kalau dari kami di internal BGN, menyebutnya kejadian menonjol atau kejadian luar biasa yang di luar kontrol kami,” ujar Kristoforus saat meninjau kondisi siswa di fasilitas kesehatan setempat.
Kesaksian Orang Tua
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepanikan sempat menyelimuti para orang tua murid, salah satunya Veronika Bin. Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah pulang dari kebun sekitar pukul 12.00 WITA dan mendapat informasi dari tetangga bahwa anak-anak di sekolah dilarikan ke rumah sakit karena keracunan.
“Beta (saya) baru pulang dari kebun, tetangga kasih tahu kalau kakak kelas bilang anak-anak keracunan di sekolah. Ada tiga mobil pikap dan ambulans yang muat mereka ke rumah sakit,” ungkap Veronika.
Veronika menjelaskan bahwa anaknya yang duduk di kelas 1 SD juga mengalami gejala muntah-muntah dan sakit perut. Berdasarkan pengakuan anaknya, mereka sempat menyantap menu daging sapi yang terlihat berwarna merah dan mengeluarkan aroma tidak sedap.
“Anak bilang makan daging, tapi dagingnya merah dan bau. Dia muntah-muntah dan mengeluh sakit perut,” tambahnya.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















