“Ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Kedisiplinan Bapak dan Mama dalam membayar simpanan adalah kunci agar anggaran dari pemerintah pusat maupun modal mandiri bisa terserap dan dinikmati manfaatnya oleh masyarakat Oebelo,” tegasnya.
Menanggapi kekhawatiran anggota terkait jaminan pinjaman dan transparansi keuangan, Jooy menyatakan bahwa koperasi akan mengedepankan asas keadilan.
Mengingat keterbatasan kuota pinjaman di tahap awal, penentuan prioritas akan diputuskan secara bersama dalam rapat anggota agar tidak timbul kecemburuan sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Prinsip kita tetap satu: Eksklusif untuk wilayah Oebelo. Kami tidak menerima anggota dari luar wilayah demi menjaga fokus pelayanan dan stabilitas organisasi,” tambahnya.
Untuk menjaga kepercayaan (trust), Ketua Koperasi menyetujui usulan untuk mengadakan rapat koordinasi rutin, minimal setiap 2 hingga 3 bulan sekali. Rapat ini bertujuan untuk memantau arus kas, legalitas penyaluran dana, serta memastikan setiap rupiah yang masuk dikelola secara transparan di bawah bimbingan Dinas Koperasi Kabupaten Kupang, Camat, dan Kepala Desa.
“Pengurus dan pengawas menjamin bahwa operasional akan tetap berada di koridor hukum. Kita ingin ada keterbukaan informasi, sehingga semua tahu uang yang ada disalurkan ke mana dan untuk usaha apa,” pungkas Jooy menutup sambutannya.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















