Pasalnya, rumput laut yang dibudidayakan kebanyakan gagal panen karena adanya limbah yang merusak usaha para petani.
Teofilus Liman juga menyatakan bahwa adanya limbah PLTU yakni limbah Batu Bara sehingga tidak ada rumput laut yang berhasil.
“Adanya limbah PLTU sehingga sampai saat ini tidak ada yang jadi, limbahnya dibuang ke lauk, kalau tidak percaya mari kita turun, kita lihat langsung”, ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kebanyakan masyarakat desa tersebut bekerja sebagai petani rumput laut dan karena hal tersebut masyarakat kesusahan dalam memenuhi kebutuhan hidup.
“Yang jelas kami petani rumput laut dirugikan, sangat dirugikan,” tegasnya.
Sementara itu, Epsam Mada juga menambahkan bahwa ada solusi terbaik untuk para petani.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















