Karena menurutnya seharusnya selain memikirkan keuntungan pribadi (perusahaan) namun juga memikirkan kelangsungan masyarakat dalam hal ini petani rumput laut.
“Menurut saya pribadi, sisi positifnya kami mengakui PLTU ini bisa menutupi kekurangan listrik di pulau Timor ini. Tapi harusnya perusahaan juga memikirkan masyarakat, disini masyarakat diabaikan dan dirugikan”, ujarnya.
Pernyataan kedua petani tersebut juga turut dibenarkan oleh belasan petani rumput laut desa Lifuleo yang hadir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu petani berharap ada solusi terbaik mengatasi permasalahan yang dihadapi tersebut.
Media ini kemudian mendatangi PLTU Timor-1 untuk mengonfirmasi keluhan petani rumput laut desa Lifuleo, pimpin PLTU tidak berada di tempat.
Hal tersebut berdasarkan informasi penjaga keamanan yang piket dan mengarahkan agar kembali saat jam kerja yakni hari Senin hingga Jumat.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















