“Combine ini terbatas, lahan sangat luas, jadi memang ada daftar tunggu. Memang kehadiran combine ini tidak terbatas kepada sesama anggota Poktan saja, tetapi petani di luar Poktan juga bisa dilayani untuk meminimalisir waktu pekerjaan saat rontok padi,” ujar Semmy kepada media ini, Rabu(20/05/2026)
Terkait biaya penggunaan mesin combine, Semmy menjelaskan bahwa operator mematok harga tertentu kepada petani. Biaya ini dialokasikan untuk operasional alat serta biaya perawatan mesin.
Mengingat kesulitan dalam mendapatkan suku cadang (sparepart) combine di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), biaya perawatan menjadi aspek krusial agar mesin tetap dapat beroperasi dengan baik
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















