Transformasi Pertanian di Kupang: Tradisional Menuju Modernisasi. Dari Era Manual Ke Era Combine

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 1 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, ATN Sektor pertanian di Kabupaten Kupang mengalami perubahan signifikan seiring dengan modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan). Para petani kini merasakan perbedaan yang kontras antara era sebelum pemerintahan Yosef Lede dan era Aurum Titu Eki, terutama dalam efisiensi proses panen.

Ketua Kelompok Tani Felistia, Semmy Oematan, memberikan konfirmasi terkait perkembangan ini. Menurutnya, bantuan alsintan berupa mesin combine harvester (mesin panen padi) telah membawa angin segar bagi para petani.

Perbandingan Dulu dan Sekarang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada masa lalu, petani harus berjibaku dengan keterbatasan teknologi. Untuk merontokkan padi, mereka terpaksa menggunakan mesin rontok manual yang disewa dari pengusaha lokal dengan sistem pembayaran menggunakan hasil panen (padi).

Kini, di era pemerintahan Bupati Yosef Lede dan Wabup Aurum Titu Eki, dukungan alsintan combine telah tersedia dan sangat membantu petani untuk mempercepat proses panen.

Namun, Semmy mengakui bahwa ketersediaan alat combine di Kabupaten Kupang masih terbatas, sementara luas lahan pertanian sangat besar. Hal ini mengakibatkan adanya sistem daftar tunggu dalam penggunaan alat tersebut.

Meski merupakan program dukungan pemerintah untuk kelompok tani, Semmy menegaskan bahwa penggunaan combine tidak eksklusif hanya untuk anggota kelompok tani saja.Transformasi Pertanian di Kupang: Tradisional Menuju Modernisasi. Dari Era Manual Ke Era Combine

Baca Juga :  Mendikdasmen : Inisiatif Jasa Raharja dan Korlantas Polri hadirkan Kurikulum Pendidikan Lalu Lintas untuk Pelajar adalah Langkah Awal Membangun Generasi Indonesia Emas 2045

Berita Terkait

Tepis Isu Bisnis, Sesama Pengelola Combine Harvester Berikan Klarifikasi
Penyebab Keracunan Siswa SDN Onitua Belum Terungkap, Dinkes Kupang: Tunggu Hasil Lab
Perkuat Budaya Keselamatan, Jasa Raharja dan Korlantas Gandeng Komunitas Pengemudi Sosialisasikan Fitur Lapor Laka
Progres APBDes Kupang Tengah: 2 Desa Masuk Tahap Dua, Camat Yuni Padja Ingatkan Segera Selesaikan SPJ
Bupati Yosef Lede Gercep! Kelangkaan BBM di Amfoang Pesisir Segera Teratasi, 4.000 Liter Siap Didistribusikan
Warga Desak Evaluasi Total dan Minta Korwil BGN Dicopot Pasca Kasus Keracunan Siswa SDN Onitua
Siswa SD di Kupang Barat Muntah dan Sesak Napas. Korwil BGN: “Itu Bukan Keracunan”
“Dagingnya Merah dan Berbau”: Kesaksian Orang Tua Siswa SDN Onitua yang Keracunan MBG

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:38 WITA

Transformasi Pertanian di Kupang: Tradisional Menuju Modernisasi. Dari Era Manual Ke Era Combine

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:29 WITA

Tepis Isu Bisnis, Sesama Pengelola Combine Harvester Berikan Klarifikasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:16 WITA

Penyebab Keracunan Siswa SDN Onitua Belum Terungkap, Dinkes Kupang: Tunggu Hasil Lab

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:25 WITA

Perkuat Budaya Keselamatan, Jasa Raharja dan Korlantas Gandeng Komunitas Pengemudi Sosialisasikan Fitur Lapor Laka

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:33 WITA

Progres APBDes Kupang Tengah: 2 Desa Masuk Tahap Dua, Camat Yuni Padja Ingatkan Segera Selesaikan SPJ

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:46 WITA

Warga Desak Evaluasi Total dan Minta Korwil BGN Dicopot Pasca Kasus Keracunan Siswa SDN Onitua

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:32 WITA

Siswa SD di Kupang Barat Muntah dan Sesak Napas. Korwil BGN: “Itu Bukan Keracunan”

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:25 WITA

“Dagingnya Merah dan Berbau”: Kesaksian Orang Tua Siswa SDN Onitua yang Keracunan MBG

Berita Terbaru