Kupang, ATN – Sektor pertanian di Kabupaten Kupang mengalami perubahan signifikan seiring dengan modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan). Para petani kini merasakan perbedaan yang kontras antara era sebelum pemerintahan Yosef Lede dan era Aurum Titu Eki, terutama dalam efisiensi proses panen.
Ketua Kelompok Tani Felistia, Semmy Oematan, memberikan konfirmasi terkait perkembangan ini. Menurutnya, bantuan alsintan berupa mesin combine harvester (mesin panen padi) telah membawa angin segar bagi para petani.
Perbandingan Dulu dan Sekarang
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada masa lalu, petani harus berjibaku dengan keterbatasan teknologi. Untuk merontokkan padi, mereka terpaksa menggunakan mesin rontok manual yang disewa dari pengusaha lokal dengan sistem pembayaran menggunakan hasil panen (padi).
Kini, di era pemerintahan Bupati Yosef Lede dan Wabup Aurum Titu Eki, dukungan alsintan combine telah tersedia dan sangat membantu petani untuk mempercepat proses panen.
Namun, Semmy mengakui bahwa ketersediaan alat combine di Kabupaten Kupang masih terbatas, sementara luas lahan pertanian sangat besar. Hal ini mengakibatkan adanya sistem daftar tunggu dalam penggunaan alat tersebut.
Meski merupakan program dukungan pemerintah untuk kelompok tani, Semmy menegaskan bahwa penggunaan combine tidak eksklusif hanya untuk anggota kelompok tani saja.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















