Jakarta, AtlasNews.ID – Dinamik politik mendekati pemilihan presiden (Pilpres) 2024 semakin hangat. Yang menjadi perhatian utama adalah perbedaan sikap antara Presiden Joko Widodo beserta keluarganya dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
Di lansir dari Kompas.com, Perbedaan pandangan politik antara Presiden Jokowi dengan salah satu partai yang mengantarkannya menuju kursi RI-1 terlihat menjelang Pilpres 2024.
Presiden Jokowi adalah kader PDI-P, Dia menduduki jabatan publik sebagai Wali Kota Solo selama 2 periode, lantas menjabat Gubernur DKI Jakarta tetapi tidak menyelesaikan masa kepemimpinannya, kemudian menjadi Presiden selama 2 periode yaitu 2014 sampai 2019 dan 2019 sampai 2024. PDI-P mendukung Jokowi sampai ke puncak kekuasaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan partai berlambang banteng bermoncong putih itu juga mendukung anak sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menjadi Wali Kota Solo.
Mereka juga menyokong menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution, buat bersaing dalam pemilihan kepala daerah Medan pada 2020 dan menang. Akan tetapi, titik balik relasi antara Jokowi dan PDI-P adalah saat Gibran bersedia menerima tawaran saat menjadi bakal cawapres mendampingi Prabowo Subianto.
Hal itu membuat posisi Gibran menjadi berhadap-hadapan dengan PDI-P. Sebab PDI-P juga mengusung pasangan bakal capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Tidak lama setelah itu, Bobby memberikan dukungan sebagai adik ipar Gibran, Padahal posisi Bobby masih merupakan kader PDI-P.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mempersilakan Bobby bergabung ke Partai Gerindra.
Habiburokhman merespons Bobby yang memastikan akan mendukung pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.
“Partai Gerindra adalah partai terbuka, siapa saja bisa masuk ke Gerindra, “ujarnya.
Habiburokhman saat di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Minggu (5/11/2023). “Kami terbuka ya, tidak ada dikhususkan ke Gibran, ke Bobby, silakan saja kalau yang ingin masuk Partai Gerindra. Kami terbuka saja,” sambungnya.
Sementara itu, terkait Gibran yang dijadikan cawapres oleh Prabowo, Habiburokhman mencontohkan kejadian pada Pilpres 2014 lalu.
Bobby lantas menggagas kegiatan deklarasi dukungan khusus buat Gibran. Dia menyampaikan dukungan itu melalui kelompok relawan bernama Barisan Pengusaha Pejuang. Deklarasi terhadap Prabowo-Gibran ini dilakukan di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (8/11/2023).
“Ini yang hadir, Pak Prabowo, yang berdiri kami pengusaha-pengusaha dari daerah. Selain pengusaha, kami juga pejuang yang hari ini kami mendeklarasikan Pak Prabowo dan Mas Gibran. Jadi, Pak Prabowo, kalau bahasa anak Medan-nya, ‘Mudah-mudahan aman ini barang, Pak’,” ujar Bobby.

Sementara itu PDI-P tidak tinggal diam atas manuver politik Bobby. Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menyarankan sebaiknya Bobby mengundurkan diri sebagai kader partai setelah menyatakan dukungan kepada Prabowo-Gibran.
“Karena memang etika politiknya, ketika sudah memberikan dukungan kepada pihak lain, ya bertanggung jawab untuk mengundurkan diri,” kata Hasto.
Disinggung soal Kartu Tanda Anggota (KTA) Bobby, Hasto mengaku belum bisa memastikan apakah sudah dikembalikan ke DPC PDI-P Kota Medan ataupun Ketua Bidang Kehormatan PDI-P Komarudin Watubun.
Bobby diminta mengembalikan KTA PDI-P dalam waktu dua hingga tiga hari setelah dipanggil DPP pada Senin (6/11/2023).
“Ini seharian kami rapat di TPN, di Tim Pemenangan Nasional sehingga kami akan melakukan pengecekan kepada Pak Komarudin Watubun,” kata Hasto.
Hasto juga mengungkit peran PDI-P dalam memenangkan Bobby dalam Pilkada Kota Medan 2020.
Menurut dia, PDI-P saat itu sebenarnya sudah mempunyai kader potensial, yakni Sekretaris DPD PDI-P Kota Medan Sutarto, buat diusung.
Akan tetapi, kata Hasto, PDI-P memberikan jalan bagi Bobby buat menduduki posisi itu. Hasto menilai manuver politik yang dilakukan Bobby memperlihatkan sikap politiknya sudah berubah akibat kekuasaan.
“Politik ini kemudian mengalami dinamika. Orang juga bisa berubah oleh kekuasaan politik karena kekuasaan itu mengandung sisi-sisi gelap,” kata Hasto. (*)

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
















