Memasuki babak kedua, tempo permainan cenderung berjalan monoton dengan serangan sporadis dari kedua belah pihak. Ponain FC B sempat mendapatkan peluang emas pada menit ke-13 babak kedua ketika gawang Anmuna FC sudah kosong ditinggal kipernya, namun eksekusi pemain nomor 8 masih melambung.
Hingga peluit panjang babak normal dibunyikan, skor kacamata tidak berubah dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak extra time.
Petaka bagi Anmuna FC akhirnya datang pada babak perpanjangan waktu kedua. Berawal dari skema tendangan bebas berjarak 32 meter akibat pelanggaran keras pemain Anmuna, striker Ponain FC B nomor 12 melepaskan umpan silang terukur ke dalam kotak penalti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ardi (11) yang menyambut bola dengan sundulan tajam berhasil menggetarkan jala gawang dan merubah skor menjadi 1-0.
Sayang, kegembiraan sang pahlawan kemenangan berbuah kartu merah. Ardi melakukan selebrasi berlebihan dengan melepas jersey, yang membuatnya diganjar kartu kuning kedua dan harus mandi lebih awal. Meski harus bermain dengan 10 orang di sisa waktu, Ponain FC B berhasil mempertahankan keunggulan hingga laga usai.
Kapten Ponain FC B, Aren Senge, mengungkapkan rasa syukurnya usai pertandingan. Ia mengapresiasi kerja keras rekan-rekannya dan perlawanan sengit yang ditunjukkan tim lawan.
“Pertandingan hari ini sangat seru, sebagai kapten saya akui itu. Dari kami dan tim lawan saling serang, tapi Puji Tuhan kami bisa memenangkan pertandingan ini. Hasil ini jadi motivasi kami di laga final nanti,” ujar Aren.
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















