Ahli demografi McDonald dan Temple (2006) berpendapat bahwa bonus demografi hanya akan berdampak positif jika negara mampu menyediakan pendidikan dan pekerjaan yang memadai bagi penduduk usia produktif.
Mereka menyebutkan bahwa kualitas sumber daya manusia (human capital) merupakan elemen penting dalam mengubah ledakan populasi usia kerja menjadi keuntungan ekonomi. Jika anak muda dibekali keterampilan dan pendidikan berkualitas, mereka akan menjadi penggerak perubahan sosial, inovasi teknologi, dan motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
Dalam konteks Indonesia, laporan Bank Dunia (2023) menekankan bahwa salah satu tantangan utama adalah tingginya tingkat pengangguran pemuda, yang mencapai sekitar 14% dari total angkatan kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, laporan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya literasi digital dan kewirausahaan di kalangan anak muda, terutama di tengah perkembangan ekonomi digital. Jika tidak ditangani dengan baik, tingginya jumlah pemuda tanpa keterampilan memadai dapat memperburuk masalah sosial dan meningkatkan beban ekonomi negara.
Pandangan ini sejalan dengan teori pembangunan manusia dari Amartya Sen, yang menyatakan bahwa pembangunan bukan hanya tentang peningkatan pendapatan, tetapi juga peningkatan kemampuan dan kesempatan individu untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Dengan kata lain, peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pembentukan karakter anak muda menjadi kunci agar mereka dapat berperan aktif sebagai motor perubahan menuju Indonesia Emas 2045.
Oleh karena itu, Indonesia perlu fokus pada investasi dalam pendidikan vokasional, pemberdayaan komunitas, dan penciptaan lapangan kerja yang inklusif agar bonus demografi ini benar-benar memberikan dampak positif. Tanpa langkah konkret ini, peluang emas yang ditawarkan demografi bisa berubah menjadi beban ekonomi dan sosial di masa depan.
Untuk memastikan potensi bonus demografi benar-benar termanfaatkan, kebijakan publik yang terencana dan terukur dari pemerintah pusat hingga daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sangat diperlukan.
Kebijakan ini harus mendorong pembangunan sumber daya manusia secara menyeluruh, mulai dari akses pendidikan berkualitas, program pelatihan keterampilan, hingga penciptaan banyak lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















