Pemuda sebagai Motor Perubahan: Menjawab Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 Oktober 2024 - 11:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 292 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahli demografi McDonald dan Temple (2006) berpendapat bahwa bonus demografi hanya akan berdampak positif jika negara mampu menyediakan pendidikan dan pekerjaan yang memadai bagi penduduk usia produktif.

Mereka menyebutkan bahwa kualitas sumber daya manusia (human capital) merupakan elemen penting dalam mengubah ledakan populasi usia kerja menjadi keuntungan ekonomi. Jika anak muda dibekali keterampilan dan pendidikan berkualitas, mereka akan menjadi penggerak perubahan sosial, inovasi teknologi, dan motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

Dalam konteks Indonesia, laporan Bank Dunia (2023) menekankan bahwa salah satu tantangan utama adalah tingginya tingkat pengangguran pemuda, yang mencapai sekitar 14% dari total angkatan kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, laporan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya literasi digital dan kewirausahaan di kalangan anak muda, terutama di tengah perkembangan ekonomi digital. Jika tidak ditangani dengan baik, tingginya jumlah pemuda tanpa keterampilan memadai dapat memperburuk masalah sosial dan meningkatkan beban ekonomi negara.

Pandangan ini sejalan dengan teori pembangunan manusia dari Amartya Sen, yang menyatakan bahwa pembangunan bukan hanya tentang peningkatan pendapatan, tetapi juga peningkatan kemampuan dan kesempatan individu untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Dengan kata lain, peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pembentukan karakter anak muda menjadi kunci agar mereka dapat berperan aktif sebagai motor perubahan menuju Indonesia Emas 2045.

Oleh karena itu, Indonesia perlu fokus pada investasi dalam pendidikan vokasional, pemberdayaan komunitas, dan penciptaan lapangan kerja yang inklusif agar bonus demografi ini benar-benar memberikan dampak positif. Tanpa langkah konkret ini, peluang emas yang ditawarkan demografi bisa berubah menjadi beban ekonomi dan sosial di masa depan.

Untuk memastikan potensi bonus demografi benar-benar termanfaatkan, kebijakan publik yang terencana dan terukur dari pemerintah pusat hingga daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sangat diperlukan.

Kebijakan ini harus mendorong pembangunan sumber daya manusia secara menyeluruh, mulai dari akses pendidikan berkualitas, program pelatihan keterampilan, hingga penciptaan banyak lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

Baca Juga :  Jelang HUT RI Ke- 79, Plt. Camat Amfoang Selatan Gelar Aneka Lomba

Berita Terkait

Beli Meja-Kursi Pakai Dana BOS, Boleh atau Melanggar Hukum? Ini Aturannya.!!!
“Terimakasih Hamba Tuhan, Bapa Bupati Kabupaten Kupang “
Melalui Program Asta Rinja: Peningkatan Kinerja Organisasi, Legitimasi dan Reputasi Menuju Perubahan
Transformasi Ekonomi dan Industrialisasi Nusa Tenggara Timur: Tantangan dan Solusi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Resmi Dilantik! Yosef Lede Dan Aurum Titu Eki Berhasil Runtuhkan Hegemoni Dan Oligarki
Ormas Dan Klaim Palsu: Ancaman Bagi Kepercayaan Program Unggulan Prabowo-Gibran
Transparansi Demokrasi Tercoreng Sikap KPU Kabupaten Kupang. Kebebasan Pers Dibungkam
Ketahanan Pangan Terancam, Petani Tenggelam dalam Peradaban di Tengah Kemerdekaan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:55 WITA

CV Sharren Putri Mandiri Luncurkan ‘Kupang Emas’, Beras Premium Pertama Asli Kabupaten Kupang

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:42 WITA

Perkuat Kolaborasi, Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan Nasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:38 WITA

Sinergi Jasa Raharja dan Satlantas Polres Rote Ndao Luncurkan Program PPKL di SMPN 2 Rote Barat Laut

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:32 WITA

Jasa Raharja Dorong Integrasi Data Lintas Instansi Guna Dongkrak Kepatuhan Pajak Kendaraan

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:43 WITA

Beras ‘Kupang Emas’: Simbol Kedaulatan Pangan dan Kebanggaan Baru Warga Kabupaten Kupang

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:30 WITA

Buka JPW Nekmese Cup II 2026, Bupati Kupang Cari “The Next Star” Lapangan Hijau!

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:12 WITA

Pembukaan JPW Nekmese Cup II 2026: Wadah Seleksi Pemain Menuju El Tari Memorial Cup

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Lawan Arus: Ketika Pelanggaran Maut Dinormalisasi Menjadi “Rutinitas”

Berita Terbaru