Pemuda sebagai Motor Perubahan: Menjawab Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 Oktober 2024 - 11:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 327 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahli demografi McDonald dan Temple (2006) berpendapat bahwa bonus demografi hanya akan berdampak positif jika negara mampu menyediakan pendidikan dan pekerjaan yang memadai bagi penduduk usia produktif.

Mereka menyebutkan bahwa kualitas sumber daya manusia (human capital) merupakan elemen penting dalam mengubah ledakan populasi usia kerja menjadi keuntungan ekonomi. Jika anak muda dibekali keterampilan dan pendidikan berkualitas, mereka akan menjadi penggerak perubahan sosial, inovasi teknologi, dan motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

Dalam konteks Indonesia, laporan Bank Dunia (2023) menekankan bahwa salah satu tantangan utama adalah tingginya tingkat pengangguran pemuda, yang mencapai sekitar 14% dari total angkatan kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, laporan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya literasi digital dan kewirausahaan di kalangan anak muda, terutama di tengah perkembangan ekonomi digital. Jika tidak ditangani dengan baik, tingginya jumlah pemuda tanpa keterampilan memadai dapat memperburuk masalah sosial dan meningkatkan beban ekonomi negara.

Pandangan ini sejalan dengan teori pembangunan manusia dari Amartya Sen, yang menyatakan bahwa pembangunan bukan hanya tentang peningkatan pendapatan, tetapi juga peningkatan kemampuan dan kesempatan individu untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Dengan kata lain, peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pembentukan karakter anak muda menjadi kunci agar mereka dapat berperan aktif sebagai motor perubahan menuju Indonesia Emas 2045.

Oleh karena itu, Indonesia perlu fokus pada investasi dalam pendidikan vokasional, pemberdayaan komunitas, dan penciptaan lapangan kerja yang inklusif agar bonus demografi ini benar-benar memberikan dampak positif. Tanpa langkah konkret ini, peluang emas yang ditawarkan demografi bisa berubah menjadi beban ekonomi dan sosial di masa depan.

Untuk memastikan potensi bonus demografi benar-benar termanfaatkan, kebijakan publik yang terencana dan terukur dari pemerintah pusat hingga daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sangat diperlukan.

Kebijakan ini harus mendorong pembangunan sumber daya manusia secara menyeluruh, mulai dari akses pendidikan berkualitas, program pelatihan keterampilan, hingga penciptaan banyak lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

Baca Juga :  Resmi Dilantik! Yosef Lede Dan Aurum Titu Eki Berhasil Runtuhkan Hegemoni Dan Oligarki

Berita Terkait

Benarkah Pertalite Langka Demi Genjot Keuntungan Pertamax? Menguak Realita Margin Bisnis SPBU
Mitos Mesin Pencetak Uang: Mengupas Realita, Margin, dan Risiko Bisnis SPBU Pertamina
Menatap Masa Depan Kupang dari Semau: Ketika Patung Kristus Memberkati Menjadi ‘GWK’ NTT
Antara Kertas Statistik dan Realitas Hidup: Mengapa Banyak Warga Mendadak ‘Naik Kelas’ Desil?
Menepis Kritik dengan Etika: Ketika Jemari di Media Sosial Melupakan Jasa Para Abdi Negara
Pinjaman Daerah: Langkah Berani Membangun Negeri, Bukan Beban Masa Depan
Arah Angin di Bumi Flobamora: Menakar Kunjungan Jokowi ke Kupang
Beli Meja-Kursi Pakai Dana BOS, Boleh atau Melanggar Hukum? Ini Aturannya.!!!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:45 WITA

SNT 10 Kupang Siap Ground Breaking November: Lahan Clear, 80 Siswa Siap Huni Gedung Baru di TA 2027/2028

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:09 WITA

Tumbang dari Tribrata FC, Asa PS Kabupaten Kupang Tembus 16 Besar Tetap Terbuka Lebar!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:08 WITA

Dorong Ekonomi Daerah, Bupati Yosef Lede Minta Bank NTT Bergerak Lebih Gesit

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:49 WITA

Akselerasi Penanganan Korban Kecelakaan: Jasa Raharja dan RS Hermina Sepakati Integrasi Sistem Digital

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Komitmen Lindungi Penumpang Udara, Jasa Raharja Sabet Penghargaan Strategis di HUT ke-56 INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:51 WITA

FKUB dan Kesbangpol Kupang Perkuat Mitigasi Dini Kerukunan Beragama Hingga Tingkat Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Sapu Ketergantungan dari Kota Kupang, Bupati Yosef Lede Bangun TPI Noelbaki: “Warga Lokal Tak Boleh Jadi Penonton”

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:41 WITA

Beda Wewenang Tak Halangi Pelayanan, Bupati Yosef Lede Eksekusi Jalan Ikan Foti 4 KM!

Berita Terbaru