Pemuda sebagai Motor Perubahan: Menjawab Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 Oktober 2024 - 11:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 307 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Johanis Kuahaty, S.I.P., (Mahasiswa Magister Ilmu Administrasi, Universitas Nusa Cendana) 

AtlasNews. ID – Indonesia saat ini berada di tengah bonus demografi, sebuah periode emas di mana jumlah penduduk usia produktif, khususnya generasi muda, mencapai puncaknya. Fenomena ini dipandang sebagai peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional. Namun, untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia yang sejahtera, adil, dan berdaya saing global, partisipasi aktif serta kualitas pemuda menjadi faktor kunci.

Di balik potensi tersebut, tantangan tidak dapat diabaikan. Tingginya angka pemuda belum tentu otomatis membawa keuntungan tanpa diiringi peningkatan keterampilan, pendidikan berkualitas, dan kesiapan mental dalam menghadapi era globalisasi dan disrupsi teknologi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemuda Indonesia harus mampu menjawab berbagai persoalan, seperti pengangguran, rendahnya literasi digital, hingga masalah sosial seperti radikalisme dan kecanduan teknologi. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk bersama-sama memberdayakan generasi muda agar dapat menjadi motor perubahan yang membawa Indonesia menuju visi besar 2045.

Pemuda bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memimpin perubahan sosial, ekonomi, dan politik. Dengan kreativitas, keberanian, dan inovasi mereka, para pemuda memiliki kesempatan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi serta menciptakan solusi atas berbagai permasalahan bangsa. Namun, semua potensi ini akan sia-sia jika tidak dikelola dengan baik.

Maka, penting bagi kita untuk mulai merumuskan langkah-langkah konkret agar pemuda mampu berkontribusi optimal dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2024, lebih dari 65% penduduk Indonesia berada dalam usia produktif (15-64 tahun), dengan generasi muda (usia 15-29 tahun) menyumbang sekitar 25% dari total populasi.

Bonus demografi ini diproyeksikan mencapai puncaknya pada 2030, memberikan jendela peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan tenaga kerja muda dalam meningkatkan produktivitas ekonomi. Namun, Bappenas mencatat bahwa tanpa peningkatan kualitas sumber daya manusia, Indonesia berisiko mengalami stagnasi ekonomi dan kesenjangan sosial alih-alih mendapatkan manfaat optimal dari periode demografi ini.

Baca Juga :  Antara Netralitas dan Akuntabilitas: Menimbang Kebijakan Penundaan Kasus Korupsi di Masa Pilkada 2024

Berita Terkait

Menepis Kritik dengan Etika: Ketika Jemari di Media Sosial Melupakan Jasa Para Abdi Negara
Pinjaman Daerah: Langkah Berani Membangun Negeri, Bukan Beban Masa Depan
Arah Angin di Bumi Flobamora: Menakar Kunjungan Jokowi ke Kupang
Beli Meja-Kursi Pakai Dana BOS, Boleh atau Melanggar Hukum? Ini Aturannya.!!!
“Terimakasih Hamba Tuhan, Bapa Bupati Kabupaten Kupang “
Melalui Program Asta Rinja: Peningkatan Kinerja Organisasi, Legitimasi dan Reputasi Menuju Perubahan
Transformasi Ekonomi dan Industrialisasi Nusa Tenggara Timur: Tantangan dan Solusi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Resmi Dilantik! Yosef Lede Dan Aurum Titu Eki Berhasil Runtuhkan Hegemoni Dan Oligarki

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 08:26 WITA

PT TOM Cup II Tuntas: Kukuhkan Pesan Sukacita, Sportivitas, dan Persaudaraan di Nitneo Terjaga!

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:44 WITA

Sepak Bola dan Investor Swasta Infantino Memicu Krisis: 55 Negara UEFA Ancam Boikot Total Kompetisi FIFA

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:51 WITA

Laga Pembuka JPW Nekmese Cup II Membara: Juara Bertahan Gagal Raih Poin Penuh!

Selasa, 16 Juni 2026 - 06:11 WITA

Kejutan Piala Dunia 2026 di Atlanta: Cape Verde Tahan Imbang Spanyol

Rabu, 27 Agustus 2025 - 17:40 WITA

Buka Turnamen Voli Bintang Mercy Cup 2025, Bupati Yosef Lede Minta Atlet Jaga Sportifitas

Sabtu, 12 April 2025 - 09:50 WITA

Cukur Tuan Rumah Dengan Skor Telak! Pniel Getso Raih Juara 1 KKO Cup III

Selasa, 7 Januari 2025 - 08:43 WITA

3 Sosok Ini Jadi Calon Pengganti STY. Erick Thohir: Ada Nama Patrick Kluivert

Kamis, 31 Oktober 2024 - 08:58 WITA

Tutup Daper Cup 86 Cup II, Yosef Lede Yakin Takari Akan Jadi Kiblat Sepak Bola Di Kabupaten Kupang

Berita Terbaru