Oelamasi, AtlasNews.ID – Money Politic yang diduga dilakukan oleh Kepala Pustu Oebelo, Ruth Damayanti Pasaribu pada pemilihan umum 14 Februari 2024 lalu telah menjadi atensi publik.
Bagaimana tidak, masyarakat menanti kejelasan dari kasus dugaan money politic antara Ruth Damayanti Pasaribu dan (EP) kader posyandu yang diberi uang sebesar Rp. 200.000 untuk memilih Caleg PBB (RAM).
Ditemui awak media di ruang kerjanya, senin(26/02/2024) pagi, Ruth Damayanti Pasaribu tidak mengakui perbuatannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Pustu desa Oebelo itu menampik bahwa dirinya pernah memberi uang pada (EP) untuk memilih caleg tertentu.
“Saya tidak pernah kasi uang ke (EP), apalagi chat WA dengan dia, saya tidak pernah chat dia,” kata Ruth.
Pada kesempatan itu, Ruth Damayanti Pasaribu ditunjukan bukti percakapan singkat antara dirinya dan kader posyandu tersebut, namun Bidan Desa Oebelo itu tidak mengakui adanya chat tersebut.
“Saya tidak pernah chat dia,” tegasnya.

Ruth Damayanti Pasaribu juga meminta maaf kepada awak media karena telah melakukan tindakan intimidasi kepada Melianus Alopada.
“Kalau memang saya salah karna rampas handphone Meli (Wartawan), saya minta maaf,” ucapnya.
Awak media yang hadir juga mempertanyakan kebenaran chat Whatsapp antara Ruth Damayanti Pasaribu dan kader lain yang mengatakan Wartawan itu susah makan dan wartawan tinggal dikasi uang, masalah selesai.
“Saya tidak pernah omong begitu, itu bukan saya. Saya tidak tau itu siapa, bapa dong bisa cari tau,” jelas Ruth.

Sementara itu, EP usai ditemui awak media di kediamannya, senin (26/02/2024)siang mengatakan yang sebaliknya saat di mintai keterangan.
EP mengatakan jika memang benar Ruth Damayanti Pasaribu telah memberinya uang sebesar Rp. 200.000 beberapa hari jelang pemilihan untuk memilih caleg DPRD Kabupaten Dapil 1 yakni RAM dari partai PBB.
“Betul, ibu Ruth kasi beta uang 200 ribu untuk pilih bapak Ruben Alexander Masneno,” kata EP.
“Tanggal 12 Februari ibu Ruth kasi beta uang, beta lupa jam berapa. Hanya ibu Ruth bilang, kaka, ini ambil uang. Lalu ibu Ruth bilang, ingat e kaka, foto. Sebenarnya beta berat terima itu uang karna beta memilih sesuai hati nurani,” tambahnya.
Dijelaskan EP, setelah tanggal 14 Februari dirinya tidak pernah di hubungi oleh kepala pustu, namun setelah beberapa hari kemudian EP lantas menerima panggilan Telepon dari Ruth Damayanti Pasaribu untuk meminta mengembalikan uang yang telah di terima oleh EP bahkan mengancam akan melaporkan EP ke Kepala desa dan Ibu Desa(mama Halla) untuk gantikan EP sebagai kader posyandu.
“Beta dengan dia(Ruth) saling chat lewat WA, ibu ruth sempat tunjukan bukti C-Hasil Tps 06, yang katanya mau kasi tunjuk ke ibu kapus. Bukti chat beta ada pegang, beta simpan, beta su Screenshot semua. Dia su hapus pesan semua tapi beta ju sempat screenshot,” jelas EP.

EP kemudian menceritakan kronologi saat dirinya ditemani oleh Melianus Alopada ke Pustu desa Oebelo berniat untuk mengembalikan uang yang telah ia terima pada tanggal 23 Februari dan kemudian terjadilah tindakan intimidasi oleh Ruth Damayanti Pasaribu kepada Melianus Alopada.
Kepala Desa Oebelo, Marthen Halla usai ditemui awak media turut memberikan tanggapan terkait namanya yang disertakan dalam isi chat antara Kepala Pustu dan Kader Posyandu.
Dikatakan, memang ada masalah yang terjadi di antara kader posyandu lansia, yang dimaksud “mama Halla” dalam isi chat bukan ibu desa melainkan kader lain yang sering di panggil mama Halla.
Marthen Halla juga mengatakan jika laporan terkait pergantian kader tidak pernah sampai kepadanya.
Dalam beberapa waktu kedepan, ungkap Marthen Halla, dirinya akan memanggil Kepala Pustu untuk mempertanyakan permasalahan tersebut.
Namun khusus dugaan Money Politic yang diduga dilakukan oleh Kepala Pustu, ia tetap menyerahkan proses tersebut kepada pihak yang berwajib.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















