Miris, Warga 5 Desa di Takari Keluhkan “Buta” Jaringan: Kami Belum Merdeka Secara Digital

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 10:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 413 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ilustrasi keterbatasan akses jaringan telekomunikasi.

Foto: ilustrasi keterbatasan akses jaringan telekomunikasi.

Kupang, ATN Di tengah pesatnya transformasi digital nasional, jeritan warga dari pelosok Kabupaten Kupang seolah menjadi pengingat akan adanya ketimpangan pembangunan.

Hingga saat ini, warga di lima desa di wilayah Kecamatan Takari masih terjebak dalam keterbatasan akses jaringan telekomunikasi yang parah.

Kelima desa yang terdampak tersebut adalah Desa Tanini, Kauniki, Benu, Oelnaineno, dan Hueknutu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketertinggalan infrastruktur ini menciptakan ironi yang mendalam bagi ribuan masyarakat setempat yang merasa dianaktirikan oleh kemajuan zaman.

Kondisi ini disuarakan langsung oleh Kepala Desa Hueknutu, Eliakim Oematan yang mewakili aspirasi masyarakat dari desa-desa tetangga.

Menurutnya, akses komunikasi digital bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sudah menjadi kebutuhan primer bagi keberlangsungan hidup dan pelayanan publik.

“Di saat daerah lain sudah menikmati kecepatan internet untuk belajar dan bekerja, kami di sini masih harus bersusah payah mencari sinyal. Masyarakat mengeluh, mereka merasa belum sepenuhnya ‘merdeka’ karena akses informasi yang selalu terlambat sampai ke desa kami,” ungkap Kepala Desa Hueknutu.

Baca Juga :  Petani Garam di Kelurahan Babau Bersukacita, Produksi Garam Capai 10.300 Ton!

Berita Terkait

Pemkab Kupang Gemburkan Gerakan “GASPULL”. ASN Untuk Gempa Flores
Bermodal Pengalaman Matang di Pemerintahan Desa, Jesaya Jermias Tob Resmi Daftar Bakal Calon Kades Sillu
Langkah Maju Jesaya Jermias Tob di Pilkades Sillu: Usung Misi Pemerataan dan Kesejahteraan Desa
Pemerintah Resmi Buka Peluang Guru PPPK Jadi PNS di Awal 2027  
Perkuat Pelayanan Publik, Jasa Raharja Gelar Risk Townhall 2026 untuk Dorong Budaya Sadar Risiko
Maknai Kemerdekaan ke-81 RI, Jasa Raharja Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Kepedulian Masyarakat
Bantu Korban Gempa Flores M7,7, Jasa Raharja Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Posko Manggarai Timur
Jasa Raharja NTT Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa M 7,7 di Nagekeo

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:15 WITA

Pemkab Kupang Gemburkan Gerakan “GASPULL”. ASN Untuk Gempa Flores

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:34 WITA

Bermodal Pengalaman Matang di Pemerintahan Desa, Jesaya Jermias Tob Resmi Daftar Bakal Calon Kades Sillu

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:02 WITA

Langkah Maju Jesaya Jermias Tob di Pilkades Sillu: Usung Misi Pemerataan dan Kesejahteraan Desa

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:48 WITA

Pemerintah Resmi Buka Peluang Guru PPPK Jadi PNS di Awal 2027  

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:48 WITA

Maknai Kemerdekaan ke-81 RI, Jasa Raharja Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Kepedulian Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Bantu Korban Gempa Flores M7,7, Jasa Raharja Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Posko Manggarai Timur

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:41 WITA

Jasa Raharja NTT Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa M 7,7 di Nagekeo

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:37 WITA

Tingkatkan Keselamatan dan Layanan Publik, Forum LLAJ Kota Kupang Resmi Dibentuk

Berita Terbaru