Ketimpangan infrastruktur ini tidak hanya memutus akses informasi, tetapi juga melumpuhkan berbagai sektor penting:
Pelayanan Desa: Administrasi desa yang kini berbasis aplikasi digital seringkali terhambat. Perangkat desa harus mencari titik sinyal atau pergi ke ibu kota kecamatan hanya untuk mengunggah data kependudukan atau laporan keuangan desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aktivitas Ekonomi: Warga kesulitan memasarkan hasil bumi secara daring dan tertinggal dalam mendapatkan informasi harga pasar terkini.
Pendidikan: Siswa-siswi di lima desa tersebut mengalami kendala besar saat harus mengerjakan tugas atau ujian yang berbasis daring.
Sementara itu, Marko Neno yang dikonfirmasi secara terpisah oleh AtlasNews melalui pesan singkat WhatsApp mengungkapkan hal senada.
Ia menegaskan jika di desa Oelnaineno tempatnya berdomisili, akses internet merupakan hal yang tabu.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















