Kupang, ATN – Seorang warga Desa Oenaek mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja kepolisian dan manajemen rumah sakit terkait kasus pencurian sepeda motor yang menimpanya.
Korban menilai proses penyelidikan yang ditangani oleh Satreskrim Polresta Kupang Kota berjalan sangat lambat, sementara pihak rumah sakit terkesan lepas tangan atas musibah yang terjadi di area parkir mereka.
Dikisahkan, Herman Lani, peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Minggu dini hari, 15 Februari, saat korban tengah menjaga anaknya yang sedang menjalani perawatan intensif selama satu minggu di Rumah Sakit (RS) Leona Kupang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sepeda motor yang hilang adalah jenis Honda Beat New berwarna hijau tua. Korban menyadari kendaraannya telah raib dari area parkir rumah sakit saat hendak menggunakannya pada pagi hari.
Pasca kejadian, korban segera melapor ke pihak Polresta Kupang Kota. Meskipun pihak kepolisian telah mendatangi lokasi untuk memeriksa rekaman CCTV, korban mengaku hingga kini belum ada perkembangan berarti.
“Saya merasa kecewa karena harapan saya motor itu bisa kembali. Namun, karena lambatnya proses dari pihak Polresta, sampai saat ini motor saya belum ditemukan,” ujar Herman Lani dengan nada sesal.
Herman Lani yang juga merupakan Kepala Desa Oenaek berharap suara hatinya sebagai masyarakat kecil dapat didengar agar pihak kepolisian lebih serius dan cepat dalam menuntaskan kasus ini.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















