Kupang, ATN – Sebanyak 23 siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Kupang mengalami mual, muntah dan sesak napas usai mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis pada Rabu (13/05/2026).
Menanggapi kejadian tersebut, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kupang, Kristoforus Tpoy, memberikan klarifikasi terkait insiden kesehatan yang menimpa puluhan siswa di SDN Onitua, Kupang Barat.
Meski masyarakat luas menyebutnya sebagai kasus keracunan, Kristoforus menggunakan istilah teknis internal untuk menggambarkan situasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangannya kepada media, Kristoforus menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pasti sebelum hasil laboratorium keluar.
Ia memilih menyebut peristiwa ini sebagai “Kejadian Menonjol” atau kejadian luar biasa.
“Kalau dari kami di internal BGN, menyebutnya kejadian menonjol atau kejadian luar biasa yang di luar kontrol kami,” ujar Kristoforus saat meninjau kondisi siswa di fasilitas kesehatan setempat, Rabu (13/05/2026), di halaman RS Ben Mboi, Kupang.
Terkait jumlah siswa yang terdampak, Kristoforus mengakui adanya perbedaan data awal, namun dipastikan seluruh siswa telah mendapatkan penanganan medis yang cepat.
Informasi awal menyebutkan sekitar 21 orang terdampak. Sebanyak 15 orang terdata di RS Ben Mboi, terdapat 8 orang tambahan di Puskesmas Batakte, sehingga total mencapai 23 orang.

Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















