KUPANG, ATN – Pencemaran lingkungan skala serius melanda kawasan perairan Bolok, Kupang Barat, pada Jumat (31/07/2026).
Tumpahan minyak jenis oli dan solar yang diduga berasal dari bangkai kapal tenggelam di sekitar lokasi, kini menyebar luas dan mengancam keberlangsungan ekosistem laut serta roda perekonomian warga lokal.
Dua pihak yang merasakan dampak paling memukul dari insiden ini adalah industri budidaya mutiara PT Timor Otsuki Mutiara (PT TOM) dan para petani rumput laut setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Manager SDM PT TOM, Pelipus Pila Ndelu , A.Md., S.H., saat dikonfirmasi oleh AtlasNews membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan kekhawatirannya atas sebaran limbah minyak yang semakin meluas di perairan Bolok dan sekitarnya.
“PT TOM adalah perusahaan yang bersimbiosis mutualisme dengan lingkungan. Keberlangsungan usaha kami sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang bersih. Jika lingkungan rusak atau tercemar, usaha kami ikut rusak bahkan bisa hancur,” tegas Manager SDM PT TOM.
Ancaman Kerang Mutiara Mati hingga PHK Masif
Sektor budidaya kerang mutiara dikenal sangat sensitif terhadap perubahan mutu air laut. Kehadiran racun dari tumpahan oli dan solar berpotensi memicu kegagalan produksi secara mendasar.

Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















