KUPANG, ATN – Dugaan pencemaran limbah berupa Minyak dan oli di perairan Bolok hingga pesisir Pulau Semau memicu perlawanan keras dari Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Absalom Bui.
Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dapil IV tersebut mendesak PT Nusalindo pelaksana pengangkatan bangkai Kapal MV Kuala Mas yang karam dua tahun lalu untuk bertanggung jawab penuh atas ancaman ganti rugi dan kerusakan ekosistem laut yang kini mencekik nelayan serta petani rumput laut.
Penegasan Absalom Buy ini disampaikan usai melakukan peninjauan ke bangkai kapal MV Kuala Mas bersama Anggota DPRD Provinsi NTT, Jan Pieter Windy, Camat Kupang Barat, Villy Nakamnanu dan Kepala Desa Bolok, Melkianus Laiskodat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pencemaran akibat gumpalan minyak terapung ini dinilai langsung mematikan mata pencaharian warga lokal yang bergantung pada budidaya rumput laut.
“Perusahaan harus bertanggung jawab! Masyarakat sekarang sedang susah, jangan lagi merusak usaha mereka. Mereka hanya berjuang untuk bertahan hidup,” tegas Absalom saat meninjau lokasi terdampak.
Tuntutan dan Poin Kritis Absalom Buy:
Absalom Buy menegaskan, pembersihan (Clean Up) oleh PT Nusalindo yang mendesak harus segera mengamankan dan membersihkan limbah minyak sebelum kerusakan biota laut menyeberang lebih luas ke pesisir Semau.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















