KUPANG, ATN – Langkah tegas dan tanpa kompromi ditunjukkan oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, S.H., demi menyelamatkan lingkungan serta keberlangsungan hidup masyarakat lokal.
Di sela-sela kegiatan penanaman bawang merah di lokasi pertanian Dusun 5, Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Selasa (25/8/2026), Bupati Yosef Lede secara terbuka menegaskan akan menutup secara permanen seluruh aktivitas tambang pasir dan material di wilayah sungai maupun pantai Desa Sumlili.
Penegasan tersebut diambil mengingat dampak kerusakan lingkungan akibat penambangan liar maupun tak terkendali di kawasan tersebut sudah berada pada tahap mengkhawatirkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengerukan material secara masif tidak hanya merusak alur alami sungai dan pesisir, tetapi juga memicu abrasi pantai yang kian mengikis daratan. Jika terus dibiarkan, abrasi ini mengancam secara langsung keberadaan lahan-lahan pertanian produktif warga Sumlili termasuk sektor hortikultura seperti penanaman bawang merah yang saat ini tengah digalakkan.
Pemerintah Desa Sumlili Dukung Penuh Langkah Bupati
Keputusan tegas Bupati Kupang tersebut mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Sumlili. Kepala Desa Sumlili, Yusael Ndun, menyatakan bahwa penutupan tambang pasir memang sudah menjadi fokus serta target utama pemerintah desa dalam beberapa bulan terakhir demi melindungi wilayahnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















