Ia juga menjelaskan, guna menjaga integritas dan transparansi hasil ujian, sekolah menerapkan sistem pengawasan silang murni antar satuan pendidikan. Guru-guru dari SMP Negeri 4 Kupang Tengah, SMP Rehobot, St. Yosef Noelbaki , dan SMP Advent Nusra dihadirkan sebagai pengawas di SMPN 1 Kupang Tengah, begitu pula sebaliknya.
Pihak panitia penyelenggara menyatakan bahwa seluruh persiapan administrasi, mulai dari sinkronisasi data peserta hingga kesiapan perangkat soal, telah rampung sebelum hari pelaksanaan. Para siswa juga telah dibekali melalui simulasi agar terbiasa dengan antarmuka aplikasi ujian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menyikapi tantangan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kupang Tengah belakangan ini, sekolah telah melakukan langkah mitigasi strategis:
“Kami sangat memperhatikan kondisi cuaca saat ini yang sering turun hujan. Untuk mengantisipasi potensi pemadaman listrik yang dapat mengganggu jalannya server dan koneksi internet, kami telah menyiagakan mesin genset sebagai daya cadangan,” jelas Afred Anabanu.
Pada hari perdana ini, mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran Agama dan Bahasa Indonesia. Pantauan di lokasi oleh media ini, menunjukkan ujian berlangsung kondusif di 16 ruangan yang tersedia.
Kepala UPTD SMPN 1 Kupang Tengah menaruh harapan besar agar seluruh 310 siswa dapat hadir secara konsisten hingga hari terakhir tanpa kendala kesehatan maupun teknis.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















