Oelamasi, AtlasNews.ID – Layanan Kesehatan Cuma Cuma Dompet Dhuafa NTT melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi Program Kawasan Sehat bertema “Kolaborasi Peningkatan Kesehatan Masyarakat” (Penanganan Stunting, Kesehatan Ibu dan Anak, Penyakit Tidak Menular) di aula Kantor Desa Oebelo, kamis (14/12/2023).
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Desa Oebelo, Marthen Halla yang turut menginisiasi kegiatan monitoring dan evaluasi ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada LKC Dompet Dhuafa NTT atas dukungannya dalam melaksanakan program Kawasan Sehat yang telah berjalan selama tiga tahun. Saya juga berharap hal ini dapat mengubah permasalahan kesehatan di Oebelo,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Pelayanan Kesehatan Cuma Cuma (LKC), Ummi Kalsum Muhammad, S.Km., juga menyampaikan materi program.

Dalam pemaparannya, Ummi menyampaikan bahwa indikator program Kawasan Sehat meliputi kesehatan ibu dan anak, penghapusan stunting, pengobatan penyakit tidak menular, pengendalian penyakit menular, kebersihan, lingkungan hijau produktif dan kepedulian terhadap kesehatan mental dan spiritual di masyarakat. Desa Oebelo berfungsi dengan baik. .
Kendala-kendala yang dihadapi selama pelaksanaan program dan pencarian solusi juga dibahas dalam kesempatan ini.
Ummi Kalsum Muhammad menyampaikan bahwa tujuan dari latihan ini adalah untuk melaksanakan kegiatan yang benar-benar kolaboratif dengan melibatkan seluruh pihak yang terlibat di setiap indikatornya, sehingga kedua belah pihak berperan aktif dalam mengatasi permasalahan yang ada saat ini.
“Perlu “kolaboraksi” atau aksi bersama antara kita, perangkat desa, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan yang ada untuk mensukseskan program ini sekaligus memberikan pengetahuan bagaimana menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga,” jelasnya.
Menurut Ummi, pihaknya sangat berterima kasih kepada Kepala Desa Oebelo karena telah banyak membantunya dan lebih banyak melibatkan kader Posyandu dalam upaya mengatasi permasalahan kesehatan yang banyak terjadi di Oebelo.
Berkat kerjasama yang baik antara LKC dan Puskesmas serta kader Posyandu Desa Oebelo, angka stunting kini turun dari 19% menjadi 7%.
“Saat kami memulai program ini, prevalensi stunting di Desa Oebelo cukup tinggi, namun setelah tiga tahun program ini dijalankan, kini menjadi 7%.” Melalui program ini, kami beri pendampingan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita”, jelasnya.
Kedepannya, kata Ummi, LKC Dompet Dhuafa NTT akan bersama-sama melaksanakan perawatan rutin anak bermasalah gizi dan kegiatan promosi kesehatan rutin untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai gizi, ASI, tumbuh kembang anak, PHBS dan pola asuh di Desa Oebelo.
Di antara kegiatan tersebut juga dilakukan komitmen bersama melalui penandatanganan secara simbolis untuk bekerja sama mengatasi permasalahan kesehatan di Desa Oebelo.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















