Kendala akan akses jalan yang telah dihadapi selama dua tahun belakangan ini ada sejak Rumah Sakit Leona berdiri.
Pasalnya, saat pembangunan rumah sakit Leona, jalan tersebut sempat dikeruk dan diratakan sehingga di duga menjadi salah satu faktor penyebab terjadi genangan air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sudah pernah bersuara sampaikan keluhan kami kepada pihak rumah sakit dan juga kepada pihak Desa, namun hingga saat ini belum ada penanganan, jadi kami terus seperti ini”, ucap Kornelis Ndun.
Kornelis Ndun juga mengatakan seluruh warga di lingkungan RT 26 juga harus terpaksa berjibaku melewati jalan yang telah tergenang air setinggi 30 sentimeter ketika mengantar anak mereka ke sekolah.
“Kalau mau antar anak sekolah kami harus betul ekstra hati hati, kalau mau lewat jalur lain lebih parah karna jalan sempit dan lebih jauh, kami seperti terisolir”, ungkapnya.
Lanjut Kornelis, lingkungan yang dihuni sebanyak 36 kepala keluarga ini juga tidak memiliki ketersediaan air bersih.
“Kalau mau pakai air kami harus beli air dengan mobil tangki, sebagian warga nelayan dan petani uang dari mana untuk beli air”, tandasnya.

Dirinya bersama warga RT 26 berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kupang guna memperbaiki jalan sepanjang satu kilometer agar masyarakat tidak terganggu saat musim hujan tiba.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















