Namun, miris menurut Manto, jika kondisi tersebut masih terjadi dirinya bersama beberapa petani bakal menderita kerugian besar akibat dari biaya produksi tidak sebanding dengan harga Tomat di pasar.
Hal senada diungkapkan oleh Jhon Banfatin, yang mengaku kesal dengan keberadaan tomat impor yang berakibat pada penurunan harga Tomat lokal.
Jhon Banfatin juga mengatakan, jika ia lebih memilih untuk mencabut tanaman tomatnya dan bakal menggantinya dengan tanaman lain yang masih memiliki harga jual tinggi dipasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau kondisi seperti ini, daripada saya rugi lebih baik nanti saya cabut saja tomatnya, mungkin saya ganti dengan Cabe atau tanaman lain yang masih ada harga,” ujarnya.
Keduanya berharap, Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan melakukan upaya menstabilkan harga serta membatasi masuknya tomat impor dari luar NTT saat panen tomat sedang berlangsung.
Karena bagi keduanya, sebagai petani dengan membatasi tomat impor beredar dipasar dapat memberikan keuntungan secara ekonomi bagi mereka dan petani tomat lokal yang ada di NTT khususnya di Kabupaten Kupang bisa sejahtera.
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















