Harga Tomat Anjlok, Petani di Desa Oebelo Minta Pemerintah Cekal Tomat Impor

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 119 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Petani Tomat Desa Oebelo.

Foto: Petani Tomat Desa Oebelo.

Namun, miris menurut Manto, jika kondisi tersebut masih terjadi dirinya bersama beberapa petani bakal menderita kerugian besar akibat dari biaya produksi tidak sebanding dengan harga Tomat di pasar.

Hal senada diungkapkan oleh Jhon Banfatin, yang mengaku kesal dengan keberadaan tomat impor yang berakibat pada penurunan harga Tomat lokal.

Jhon Banfatin juga mengatakan, jika ia lebih memilih untuk mencabut tanaman tomatnya dan bakal menggantinya dengan tanaman lain yang masih memiliki harga jual tinggi dipasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau kondisi seperti ini, daripada saya rugi lebih baik nanti saya cabut saja tomatnya, mungkin saya ganti dengan Cabe atau tanaman lain yang masih ada harga,” ujarnya.

Keduanya berharap, Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan melakukan upaya menstabilkan harga serta membatasi masuknya tomat impor dari luar NTT saat panen tomat sedang berlangsung.

Karena bagi keduanya, sebagai petani dengan membatasi tomat impor beredar dipasar dapat memberikan keuntungan secara ekonomi bagi mereka dan petani tomat lokal yang ada di NTT khususnya di Kabupaten Kupang bisa sejahtera.

Baca Juga :  Peduli Sesama, Bupati Kupang Terpilih Serahkan Bantuan Sembako Di 3 Lokasi Banjir

Berita Terkait

Aspal Pertama Setelah 45 Tahun: Kisah Haru Warga Dusun 5 Nunsaen dan Jejak Anis Mase
Sinergi 3 Pilar Terjalin, Warga Desa Nunsaen Gelar Perbaikan Jalan Trans Fatuleu
Jasa Raharja Perkuat Sinergi Tim Pembina Samsat NTT guna Optimalkan PAD dan Layanan Publik
Jasa Raharja Rampungkan Penyerahan Santunan bagi 16 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan KRL Bekasi
Tingkatkan Kepatuhan Pajak, Operasi Gabungan Digelar di Simpang Wailolu Sumba Tengah
Pemerintah Desa Tesabela Salurkan BLT Dana Desa Tahap Pertama Tahun 2026 kepada 15 KPM
Warga Tesabela Hibahkan Lahan 750M2 untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
Pemangku Kepentingan TTU Matangkan Rencana Penerapan Pergub 13 untuk Optimalisasi Pajak Kendaraan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:31 WITA

Aspal Pertama Setelah 45 Tahun: Kisah Haru Warga Dusun 5 Nunsaen dan Jejak Anis Mase

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:21 WITA

Sinergi 3 Pilar Terjalin, Warga Desa Nunsaen Gelar Perbaikan Jalan Trans Fatuleu

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:58 WITA

Jasa Raharja Perkuat Sinergi Tim Pembina Samsat NTT guna Optimalkan PAD dan Layanan Publik

Kamis, 30 April 2026 - 17:24 WITA

Jasa Raharja Rampungkan Penyerahan Santunan bagi 16 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan KRL Bekasi

Kamis, 30 April 2026 - 11:35 WITA

Pemerintah Desa Tesabela Salurkan BLT Dana Desa Tahap Pertama Tahun 2026 kepada 15 KPM

Kamis, 30 April 2026 - 11:16 WITA

Warga Tesabela Hibahkan Lahan 750M2 untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih

Rabu, 29 April 2026 - 10:43 WITA

Pemangku Kepentingan TTU Matangkan Rencana Penerapan Pergub 13 untuk Optimalisasi Pajak Kendaraan

Rabu, 29 April 2026 - 07:48 WITA

Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan Kereta Bekasi dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

Berita Terbaru