Kupang, ATN – Meski masih memasuki masa panen, harga Tomat di berbagai pasar di Kota Kupang mengalami penurunan signifikan sejumlah petani dihadapkan dengan potensi kerugian.
Hal ini dikeluhkan oleh Artemas Toni dan Jhon Banfatin, petani tomat yang bermukim di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, pada Rabu (25/02/2026)
Kepada AtlasNews, Artemas Toni yang akrab disapa Manto ini mengeluhkan kondisi yang dialaminya bersama beberapa petani tomat di Desa Oebelo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Manto, harga Tomat yang anjlok tersebut diakibatkan oleh masuknya tomat impor dari luar wilayah NTT.
Ia mengisahkan, harga Tomat saat awal panen pada beberapa pekan sebelumnya menembus angka Rp. 55.000 per/ember, namun saat ini harga dipasar hanya berkisar Rp. 9.000 per Kilogram.
“Waktu panen pertama harga Tomat masih 55.000 untuk 1 ember, saya untuk sampai belasan juta, saat ini memasuki panen keempat harga hanya di kisaran 9.000 per kilo. Tomat impor yang marak ada dipasar mengacaukan harga Tomat,” ujarnya.
Lebih lanjut Manto mengungkapkan jika pada musim tanam sebelumnya, pada kurun waktu bulan Maret hingga April harga Tomat bisa mencapai Rp. 80.000 per ember.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















