Kupang, ATN – Suasana khidmat, histeris bercampur haru menyelimuti titik start GMIT Kalvari Puluthie saat ratusan pasang mata menyaksikan visualisasi penderitaan Yesus Kristus dalam fragmen prosesi Paskah pada Selasa (7/4/2026).
Pementasan yang dibawakan oleh Bengkel Drama dan Film Kabupaten Kupang ini tidak sekadar menjadi tontonan, melainkan sebuah refleksi iman yang berhasil “menghipnotis” masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi hari.
Pertunjukan dibuka dengan adegan memilukan yang menggambarkan Yesus di hadapan pengadilan hingga jatuh ke tangan serdadu Romawi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penonton disuguhkan dengan visualisasi yang sangat realistis mengenai kekejaman prajurit yang tanpa ampun mencambuk, meludahi, dan mengolok-olok Sang Juru Selamat.
Suasana semakin mencekam saat mahkota duri ditekan ke kepala Yesus. Teriakan kasar para serdadu yang berpadu dengan bunyi cambukan yang menggelegar di udara menciptakan atmosfer yang mencekam, membawa ingatan penonton kembali ke ribuan tahun silam di Yerusalem.
Puncak emosi massa pecah saat Turnesin Mone, yang memerankan tokoh Yesus, mulai memikul salib kayu yang besar dan berat. Dengan tubuh yang bersimbah darah buatan dan langkah yang gontai, Turnesin berhasil menjiwai setiap rintihan kesakitan.
Dengan pecutan cambuk para serdadu, tangisan sejumlah penonton di titik start menggema dan pecah, beberapa meminta untuk fragmen tersebut dihentikan.

Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















