“Kegiatan ini bisa berjalan karena kolaborasi kemitraannya bersama UNICEF. Saya berharap kolaborasi ini akan terus berlanjut guna meningkatkan derajat kesehatan di Provinsi NTT”, pungkasnya.
Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, melalui Ketua Tim Kerja Pengamanan Limbah dan Radiasi, Nurlela mengatakan, pelatihan ToT sangat penting bagi kelangsungan kesehatan lingkungan di setiap daerah seperti limbah, sanitasi dan air bersih.
Dia menambahkan, pelatihan kesehatan sanitasi, air bersih dan cuci tangan termasuk pengelolaan limbah membawa dampak baik bagi kesehatan lingkungan sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengatakan, saat ini di NTT baru enam kabupaten/kota sudah melakukan program stop buang air besar (BAB) sembarangan yakni Kota Kupang, Kabupaten Alor, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu.
“Tentunya untuk mewujudkan sanitiasi yang aman untuk semua. Bukan untuk kalangan tertentu tapi untuk seluruh masyarakat yakni sanitasi yang baik dan kualitas air yang baik dan dapat mengelola dengan baik,” ujarnya.
Ia berharap, pelatihan ini dapat menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman sehingga bisa memberikan dampak nyata bagi kesehatan lingkungan masyarakat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















