Kupang, ATN – Di tengah pesatnya transformasi digital nasional, jeritan warga dari pelosok Kabupaten Kupang seolah menjadi pengingat akan adanya ketimpangan pembangunan.
Hingga saat ini, warga di lima desa di wilayah Kecamatan Takari masih terjebak dalam keterbatasan akses jaringan telekomunikasi yang parah.
Kelima desa yang terdampak tersebut adalah Desa Tanini, Kauniki, Benu, Oelnaineno, dan Hueknutu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketertinggalan infrastruktur ini menciptakan ironi yang mendalam bagi ribuan masyarakat setempat yang merasa dianaktirikan oleh kemajuan zaman.
Kondisi ini disuarakan langsung oleh Kepala Desa Hueknutu, Eliakim Oematan yang mewakili aspirasi masyarakat dari desa-desa tetangga.
Menurutnya, akses komunikasi digital bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sudah menjadi kebutuhan primer bagi keberlangsungan hidup dan pelayanan publik.
“Di saat daerah lain sudah menikmati kecepatan internet untuk belajar dan bekerja, kami di sini masih harus bersusah payah mencari sinyal. Masyarakat mengeluh, mereka merasa belum sepenuhnya ‘merdeka’ karena akses informasi yang selalu terlambat sampai ke desa kami,” ungkap Kepala Desa Hueknutu.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















