Lapisan minyak yang mencemari permukaan air akan menghambat penetrasi cahaya matahari yang sangat vital bagi fotosintesis zooxanthellae (alga simbiotik pada karang).
Selain itu, komponen beracun dalam minyak dapat langsung meracuni polip karang, menyebabkan pemutihan (bleaching), hingga kematian terumbu karang dalam skala luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kematian Massal Biota Laut & Ikan: Minyak dan oli membentuk lapisan tipis (oil slick) di atas permukaan air yang menghalangi pertukaran oksigen. Ikan, kepiting, dan biota pelagis lainnya akan mengalami mati lemas (asfiksia) akibat kekurangan oksigen.
Kerusakan Organ Reproduksi dan Rantai Makanan dapat terjadi dimana senyawa toksik dalam minyak yang tertelan oleh ikan atau terserap oleh plankton akan masuk ke dalam rantai makanan (food chain).
Hal ini tidak hanya memicu kemandulan pada berbagai jenis ikan, tetapi juga membahayakan kesehatan manusia yang mengonsumsi hasil tangkapan laut dari wilayah tercemar.
“Jika tumpahan minyak terbawa gelombang dan menempel pada akar vegetasi mangrove di pesisir, pori-pori pernapasan tanaman (pneumatofora) akan tertutup, mengakibatkan kematian massal hutan mangrove yang berfungsi sebagai nurseri ground bagi ikan-ikan kecil. Ini dampak yang luar biasa, mengancam lingkungan kita, perusahaan harus ganti rugi,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Jan Windy juga mendesak agar instansi berwenang untuk segera mengambil langkah hukum tegas terhadap perusahaan penanggung jawab MV Kuala Mas agar insiden serupa tidak terulang dan keadilan bagi masyarakat pesisir dapat ditegakkan.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















