Kupang, ATN – Suasana di SMP Negeri 1 Kupang Tengah tampak berbeda dari biasanya. Gelak tawa siswa, alunan musik tradisional, dan aroma masakan khas daerah memenuhi udara sekolah.
Selama dua hari berturut-turut, dihitung sejak tanggal 9-10 April 2026, sekolah ini menyelenggarakan Festival Kewirausahaan dan Budaya yang sekaligus menjadi ajang ujian praktik bagi seluruh siswa kelas 9.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah terobosan kurikulum untuk membentuk karakter siswa yang tangguh, mandiri, dan mencintai identitas lokalnya di tengah gempuran modernisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SMPN 1 Kupang Tengah, Afred Anabanu, dalam konfirmasinya kepada AtlasNews pada Jumat (10/04/2026) menegaskan bahwa sekolah memikul tanggung jawab moral untuk memperkenalkan kembali kekayaan intelektual leluhur kepada generasi muda.
Menurutnya, anak-anak zaman sekarang cenderung lebih akrab dengan budaya luar dibandingkan dengan akar budaya mereka sendiri.
“Kami dari pihak sekolah punya tanggung jawab untuk memperkenalkan budaya lokal kepada mereka. Melalui festival ini, kami menampilkan tarian-tarian daerah dari seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kami ingin anak-anak kembali mengenal, memahami, dan menghargai nilai-nilai luhur yang ada di tanah kelahiran mereka,” ujar Afred.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















