Selain aspek seni, Afred Anabanu mengatakan, festival ini menitikberatkan pada pengembangan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship).
Para siswa dilatih untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang inovatif. Fokus utama dalam kegiatan ini adalah pengelolaan pangan lokal.
Siswa kelas 9 ditantang untuk mengolah bahan mentah sederhana yang melimpah di lingkungan sekitar, seperti ubi dan pisang, menjadi produk kuliner yang memiliki nilai gizi tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para siswa juga dituntut untuk memastikan pengolahan tetap sehat dan higienis dan mampu mebyediakan kemasan dan presentasi yang menarik agar layak jual.
Dalam pagelaran tersebut, para siswa tampak antusias menjajakan hasil karya mereka. Menariknya, konsumen utama dalam festival ini adalah para guru dan orang tua murid yang hadir untuk memberikan dukungan moral sekaligus apresiasi finansial dengan membeli produk-produk kreatif buatan siswa.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi perilaku dan mentalitas siswa.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















