“Tetapi kenyataannya, kelompok ini kurang kompetensi pribadi (soft skills) untuk memanfaatkan potensi desa. Kemudian kurang keterampilan membuat keputusan keuangan yang sehat (seperti tabungan, penganggaran, pengelolaan tunai, penggunaan kredit), agar mampu berpartisipasi dan meraih keuntungan dari pertumbuhan ekonomi desa”, tambahnya.
Lanjutnya, untuk itu, berdasarkan fenomena tersebut, TIM PPK Ormawa KOPMA-UPG 1945 NTT bersama tim penggerak PKK Desa Oelnasi secara bersama-sama menyepakati untuk mengembangkan kurikulum pelatihan yang inovatif.
Dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan anggota PKK desa Oelnasi dalam membuat keputusan keuangan yang sehat dan pada akhirnya mencapai kesejahteraan finansial individu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program pelatihan Keterampilan Hidup Berbasis Keuangan (Financial Life Skills) ini sangat penting untuk dilksanakan karena proses integrasi antara kurikulum literasi keuangan (financial literacy) dan keterampilan hidup (soft skills), dapat meningkatkan kualitas hidup tim PKK desa Oelnasi”, ungkapnya.
Titin Yubertin Yulius menambahkan, Tujuan utama dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah unruk memberikan pelatihan dan pendampingan produk-produk rumah tangga dengan memanfaatkan potensi lingkungan.
Kemudian bertujuan untuk Pelatihan dan pendampingan Keterampilan Hidup Berbasis Keuangan (Financial Life Skills).
Sedangkan Indikator keberhasilan program PPK Ormawa KOPMA-UPG 1945 ini antara lain, Dihasilkannya produk-produk rumah tangga dengan memanfaatkan potensi lingkungan. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan Berbasis Keuangan (Financial Life Skills tim penggerak PKK desa Oelnasi.
Adapun materi pelatihan ini berupa pertama, Pengantar Soft Skills dan Financial Skills dimana, di sesi ini, peserta terlibat dalam serangkaian kegiatan untuk saling mengenal dan menetapkan aturan dasar guna membentuk suatu lingkungan pembelajaran yang kondusif dan nyaman.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















