Inovasi Baru “Si Kojek Tampan” Sukses. Dinas Pertanian Kabupaten Kupang Gelar Argowisata Panen Jeruk Keprok

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 11 Agustus 2024 - 17:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 171 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pose bersama usai lakukan giat panen jeruk Keprok di lokasi perkebunan Agrowisata desa Fatumonas.

Foto: Pose bersama usai lakukan giat panen jeruk Keprok di lokasi perkebunan Agrowisata desa Fatumonas.

Oelamasi, AtlasNews. ID – Inovasi baru dihadirkan oleh Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan (Distanpan) Kabupaten Kupang bagi petani jeruk keprok di desa Fatumonas, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT saat menggelar kegiatan Argowisata.

Inovasi itu bertajuk Strategi Pengembangan Kopi, Jeruk dan Tanaman Pangan atau lebih familiar disebut dengan nama Si Kojek Tampan.

Kegiatan Argowisata panen jeruk keprok hasil pengembangan inovasi Si Kojek Tampan ini juga bertujuan untuk meningkatkan potensi wisata baru dan peningkatan ekonomi masyarakat fatumonas khususnya Kelompok Tani (Poktan) Kanaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang, Amin Juariah kepada media ini, Sabtu (10/08/2024) di sela kegiatan panen jeruk keprok mengatakan, penerapan inovasi Si Kojek Tampan ini juga untuk menciptakan komoditas unggulan.

Ia menyebut, wilayah Amfoang Tengah khususnya Desa Fatumonas memiliki potensi lahan pertanian yang cocok untuk kopi, jeruk dan komoditas unggulan lainnya sehingga inovasi tersebut di kenalkan.

“Sebetulnya usaha tani di sini sudah lama, cuma hanya sebatas tanam beberapa pohon saja di pekarangan rumah. Melihat wilayah ini cukup potensial kami upayakan bersama Poktan yang ada untuk menanam dan dikembangkan secara luas di perkebunan”, ujarnya.

Dikatakan, luas lahan yang dikembangkan oleh Distanpan Kabupaten kupang tersebut telah mencapai 100 hektare pada tahun 2023.

“Hari ini kita panen jeruk keprok sebanyak 215 pohon yang telah kami dampingi dari awal tanam, perawatan hingga jelang masa panen lewat para penyuluh dan pendamping. Ini mimpi kita, argowisata ini bisa terwujud karna keterlibatan semua unsur”, ucapnya.

Inovasi Baru "Si Kojek Tampan" Sukses. Dinas Pertanian Kabupaten Kupang Gelar Argowisata Panen Jeruk Keprok
Foto: Jeruk Keprok Fatumonas.

Amin Juariah mengharapkan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian bersama masyarakat akan lebih mampu memanfaatkan lahan yang ada untuk dikembangkan secara baik.

“Lahan yang ada, harus di manfaatkan sesuai dengan spesifikasi lokasi. Misalnya di sini kita lihat kawasan tanam jeruk keprok, walaupun belum maksimal namun kami tetap berupaya bersama petani untuk ciptakan argowisata”, jelasnya.

“Kita masih sama sama belajar bagaimana mengelola kebun jeruk yang baik salah satunya dengan melakukan perluasan lahan tanam jeruk keprok yang ada di Fatumonas sehingga bisa meningkatkan produktifitas dan pendapatan petani”, tambahnya.

Lebih lanjut Amin Juariah menerangkan jika dalam pengembangan inovasi Si Kojek Tampan ini, pihaknya mengalami beberapa kendala seperti ketersedian air di sekitar lokasi perkebunan.

Baca Juga :  Sinergi Forum Komunikasi Lalu Lintas Kabupaten Alor: Tingkatkan Pelayanan Korban dan Tekan Angka Kecelakaan

Disadari Amin Juariah, kecendrungan masyarakat untuk tanam tanaman pangan maupun komoditas lain hanya mengandalkan hujan, sehingga pihaknya akan mendukung dengan menyediakan sarana prasarana air bagi petani.

“Melihat potensi ini, ada kemungkinan dukung sarana prasarana seperti kita akan bangun embung di sekitar lokasi guna menjawab masalah pengairan yang dihadapi petani dan juga memperbaiki akses jalan menuju lokasi perkebunan”, tutupnya.

Berita Terkait

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu
Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!
Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026
Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima
Sidak di SPPG Sillu: Bongkar ‘Permainan’ Supplier hingga Dugaan Mal-administrasi.!!!
Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis
SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 
Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:28 WITA

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:00 WITA

Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:08 WITA

Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:10 WITA

Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:17 WITA

Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:50 WITA

SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:18 WITA

Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:59 WITA

Kondisi IPAL SPPG Sillu Memprihatinkan, Dinkes Kabupaten Kupang Diduga “Cuek”

Berita Terbaru