Kabupaten Kupang Jadi Tuan Rumah Rakor Percepatan Penurunan Stunting Provinsi NTT Tahun 2023.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 November 2023 - 11:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 48 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: rakor percepatan penurunan stunting prov.NTT tahun 2023.

Foto: rakor percepatan penurunan stunting prov.NTT tahun 2023.

Oelamasi, AtlasNews.ID – Kabupaten Kupang menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi NTT, yang berlangsung di Kantor Bupati di Oelamasi, Senin (20/11/2023). Rakor ini dibuka secara resmi oleh Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake dan dihadiri Pj.Walikota dan para Bupati se-NTT.

Pj.Gubernur Ayodhia Kalake dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah pusat telah menetapkan target penurunan stunting pada tahun 2024 sebesar 14%. Pencapaian target tersebut harus di dukung penuh oleh seluruh pemerintah daerah termasuk Pemerintah Provinsi NTT.

Saat ini Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota terus berupaya keras dalam upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi NTT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan laporan data e-PPGBM Kabupaten/Kota bahwa kondisi perkembangan stunting di NTT sejak tahun 2019 sampai 2023 terus terjadi penurunan yang cukup signifikan di mana tahun 2019 30% (91.120 anak); Tahun 2020 24,2% (90.602 anak); Tahun 2021 20,9 (81.354 anak); Tahun 2022 17,7% (77.338 anak) dan Tahun 2023 15,2% (63.804 anak) atau rata-rata penurunan stunting sebesar 3,4% selama 5 tahun terakhir.

Dikatakan Ayodhia beberapa hal penting yang harus diperhatikan adalah data anak stunting yang telah di identifikasi masing-masing Kabupaten/Kota harus diberi intervensi secara tepat sasaran dan tepat waktu melalui pemberian makanan tambahan secara rutin.

Upaya pencegahan ibu hamil kekurangan energi kronis dapat memastikan asupan gizi yang cukup melalui PMT 90 hari secara rutin agar tidak melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah dan stunting.

Kabupaten Kupang Jadi Tuan Rumah Rakor Percepatan Penurunan Stunting Provinsi NTT Tahun 2023.
Foto: rakor percepatan penurunan stunting prov.NTT tahun 2023.

Tingkatkan kualitas pengukuran dengan menggunakan alat terstandar dan penguatan SDM tenaga kesehatan (Nakes) yang sudah tersedia; upaya preventif yang harus kita lakukan harus difokuskan pada balita berat badan tidak naik 1 kali (Balita “T”).

Data menunjukkan bahwa terdapat 102.534 anak tergolong Balita T (Data triwulan III tahun 2023).

Ada 5 Kabupaten tertinggi yakni kota Kupang 9.656 balita, Kabupaten Flores Timur 7.896 balita, TTS 7.474 balita, TTU 7.442 balita dan Sikka 6.653 balita. Upaya preventif mutlak dilakukan karena balita “T” ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan kasus stunting di NTT.

Untuk itu, dibutuhkan langkah strategi konkrit dan upaya solutif bersama sebagai tindakan preventif kedepan.

Status gizi anak di provinsi NTT ungkap Kalake masih diperhadapkan dengan sejumlah permasalahan sekaligus tantangan yang harus kita selesaikan secara bersama antara lain Yaitu: 1.Rendahnya pengetahuan keluarga tentang pola asuh anak dan pola konsumsi pangan keluarga yang bergizi dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal. 2.Masih terbatasnya ketersediaan air bersih untuk konsumsi dan sanitasi yang belum layak. 3.Status kurang gizi kronis maupun stunting dalam waktu yang lama dan tidak tertangani secara medis. 4.Jumlah anggota keluarga yang cukup tinggi mengakibatkan pemenuhan pangan dan gizi bagi anak terabaikan. 5.Persoalan administrasi kependudukan dan data kependudukan sebagai persyaratan untuk mengakses berbagai skema jaminan sosial seperti PKH, KIS, KIP, BPJS dan lain-lain.

Baca Juga :  Miris, Warga 5 Desa di Takari Keluhkan "Buta" Jaringan: Kami Belum Merdeka Secara Digital

“Permasalahan dan tantangan ini mestinya kita atasi melalui kerja-kerja kolaborasi dan konvergensi yang lebih produktif dengan berbagai pihak serta meningkatkan berbagai upaya terobosan/inovasi demi terwujudnya target kinerja kita kedepan.Saya memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah berupaya keras dan menunjukkan komitmen dalam upaya penurunan stunting. Termasuk Lembaga Mitra Pembangunan yang juga berkontribusi dan mendukung Pemprov NTT, “Terangnya.

Menurut Ayodia Kalake, harapan kedepan agar praktik baik kerja kolaborasi ini harus terus kita kreasikan untuk menyelesaikan berbagai persoalan serius di provinsi ini.

Kabupaten Kupang Jadi Tuan Rumah Rakor Percepatan Penurunan Stunting Provinsi NTT Tahun 2023.
Foto: istimewa

Bupati Kupang Korinus Masneno, selaku tuan rumah pelaksanaan kegiatan Rakor menyambut baik kehadiran Pj.Gubernur, para Bupati, Wakil Bupati, Pj.Walikota Kupang, Pj.Bupati bersama para pejabat dari 21 Kabupaten/Kota se-provinsi NTT di Oelamasi.

“Terima kasih bapak Pj.Gubernur telah memilih kami Kabupaten Kupang sebagai tempat dilaksanakan kegiatan rakor percepatan penurunan stunting tingkat provinsi NTT,” ungkap Masneno.

Dirinya berharap, kiranya kegiatan ini akan mampu menghasilkan kajian yang komprehensif dan adaptif dalam percepatan penurunan stunting di Provinsi NTT.

Dijelaskan Masneno upaya penurunan stunting di Kabupaten Kupang giat dilakukan dengan Gerakan Orang tua Asuh, kolaborasi antara Pemkab Kupang, TNI-Polri, Gereja dan stakedolder lainnya.

Upaya yang dilakukan juga jelas Masneno memberikan hasil dengan penurunan angka stunting menjadi 12 persen saat ini dan ditargetkan sesuai target RPJMD Kabupaten Kupang tahun depan bisa berada dibawah 10 persen.

Kepala Bappelitbangda NTT, Alfonsius Theodorus selaku koordinator panitia menyatakan bahwa tujuan pelaksanaan rakor ini adalah sebagai momen evaluasi terhadap kinerja pelaksanaan aksi konvergensi stunting Kabupaten/Kota dalam upaya percepatan penurunan stunting khususnya hasil pengukuran operasi timbang bulan Agustus Tahun 2023, dan adanya komitmen bersama dalam akselerasi secara konkrit untuk memberima  intervensi bagi 63.804 anak stunting (15,2%) dan menemukan serta menyepakati upaya strategis dan solutif bagi penanganan balita tidak naik berat badan 1 kali (Balita “T”) di masing-masing Kabupaten/ Kota.

Rakor ini dikemas dengan serangkaian acara diantaranya penyerahan bantuan dari BAPANAS ke keluarga beresiko stunting secara simbolis kepada 10 penerima di Kabupaten Kupang oleh Penjabat Gubernur.

Penyerahan bantuan secara simbolis untuk 5 ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan 5 anak stunting oleh Ibu Ketua TP-PKK Prov.NTT, tablet tambah darah bagi remaja putri secara simbolis oleh perwakilan siswi SMK sebagai bentuk pencegahan stunting dari usia remaja.

Baca Juga :  Hendrikus Djawa Diduga Lakukan Kekerasan Verbal dan Penghinaan. Bupati Kupang Ambil Sikap! 

Penyerahan bantuan dari Pos Indonesia, serta penyerahan plakat dan piagam penghargaan kepada 10 Kabupaten terbaik berdasarkan penilaian pemerintah provinsi terhadap kinerja pemerintah Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting di Provinsi NTT Tahun 2023.

Acara dilanjutkan dengan paparan percepatan penurunan stunting di 22 Kab/Kota Se NTT yang disampaikan para Kepala Daerah maupun perwakilan. Turut serta dalam rakor ini, Bapeda Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, BKKBN, Lembaga Mitra Pembangunan, dan undangan lainnya.

Berita Terkait

Tekan Angka Fatalitas Kecelakaan, Jasa Raharja NTT dan Polresta Kupang Kota Gelar FGD Percepatan Penanganan Gawat Darurat
Laba Bersih Melonjak 138 Persen, Jasa Raharja Mampu Bukukan Rp2,3 Triliun pada 2025
Akhir Tahun 2026, Tiga Ruas Jalan Utama di Kupang Barat Siap Diaspal.!!!
Puluhan Tahun Dinantikan, Pembangunan Kantor Camat Kupang Barat Resmi Dimulai: Absalom Buy Apresiasi Pemkab Kupang
Menanti 53 Tahun, Gedung Kantor Camat Kupang Barat Akhirnya Dibangun Baru!
Hadir di Peletakan Batu Pertama Kantor Camat Kupang Barat, PT TOM Tegaskan Komitmen Kolaborasi dan Program CSR
CV Sharren Putri Mandiri Luncurkan ‘Kupang Emas’, Beras Premium Pertama Asli Kabupaten Kupang
Perkuat Kolaborasi, Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan Nasional

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:54 WITA

Tekan Angka Fatalitas Kecelakaan, Jasa Raharja NTT dan Polresta Kupang Kota Gelar FGD Percepatan Penanganan Gawat Darurat

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:15 WITA

Laba Bersih Melonjak 138 Persen, Jasa Raharja Mampu Bukukan Rp2,3 Triliun pada 2025

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:03 WITA

Akhir Tahun 2026, Tiga Ruas Jalan Utama di Kupang Barat Siap Diaspal.!!!

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:05 WITA

Puluhan Tahun Dinantikan, Pembangunan Kantor Camat Kupang Barat Resmi Dimulai: Absalom Buy Apresiasi Pemkab Kupang

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:56 WITA

Menanti 53 Tahun, Gedung Kantor Camat Kupang Barat Akhirnya Dibangun Baru!

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:55 WITA

CV Sharren Putri Mandiri Luncurkan ‘Kupang Emas’, Beras Premium Pertama Asli Kabupaten Kupang

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:42 WITA

Perkuat Kolaborasi, Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan Nasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:38 WITA

Sinergi Jasa Raharja dan Satlantas Polres Rote Ndao Luncurkan Program PPKL di SMPN 2 Rote Barat Laut

Berita Terbaru